Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Viral Air Sungai Ombilin Biru Kehijauan Mirip Aare Swiss, Ahli Geologi Ungkap Penyebabnya

Randi Zulfahli • Jumat, 5 Desember 2025 | 19:38 WIB

Viral air Sungai Ombilin berubah biru kehijauan mirip Sungai Aare Swiss. (Foto: Tiktok @Yancesco)
Viral air Sungai Ombilin berubah biru kehijauan mirip Sungai Aare Swiss. (Foto: Tiktok @Yancesco)
PADEK.JAWAPOS.COM—Fenomena unik yang menampilkan perubahan drastis pada aliran air Sungai Ombilin di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, telah menarik perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Air yang biasanya keruh, tiba-tiba terlihat sangat jernih dengan nuansa biru kehijauan yang memukau, sontak dibandingkan dengan keindahan ikonik Sungai Aare di Swiss.

Rekaman video yang menangkap kejernihan Batang Ombilin, yang merupakan saluran pelepasan air dari Danau Singkarak, menyebar luas di berbagai platform, termasuk Instagram dan TikTok.

Salah satu unggahan dari akun TikTok @Yancesco pada Selasa (2/12/2025) bahkan menuliskan narasi, "Sungai Ombilin yang merupakan air pelepasan dari Danau Singkarak sekarang seperti sungai Aare di Swiss yang biru air nya," sebagaimana dikutip pada Jumat (5/12/2025).

Menanggapi kehebohan warganet atas fenomena alam tersebut, Ahli Geologi dan Vulkanologi dari Sumatera Barat, Ade Edward, memberikan penjelasan ilmiah terkait penyebab perubahan warna air tersebut.

Ia menegaskan bahwa kejernihan dan warna biru kehijauan itu berkaitan erat dengan karakteristik geologi batuan di sekitar Danau Singkarak.

Ade Edward menjelaskan bahwa perubahan warna air ini dipicu oleh keberadaan batu gamping atau batu kapur di kawasan tersebut.

Batu gamping ini umum ditemukan di sekitar Danau Singkarak dan merupakan bagian dari Formasi Silungkang dan Formasi Kuantan.

"Batuan ini sebagian besar terbentuk dari proses pengendapan sisa-sisa organisme laut di lingkungan laut purba," ujar Ade Edward, Jumat malam.

Kawasan perbukitan kapur atau gamping yang terkenal di sisi barat daya danau adalah Karst Junjung Sirih.

Area ini diketahui sebagai anggota dari Batu Gamping Formasi Kuantan dan Formasi Silungkang. Kedua formasi tersebut menjadi batuan tertua di terrane Sumatera Barat.

Menurut Ade Edward, kunci dari fenomena penjernihan air ini terletak pada sifat kimia dari batu kapur. Kapur, yang secara kimiawi adalah kalsium hidroksida (Ca(OH)2), memiliki sifat sebagai koagulan.

"Koagulan adalah zat yang berfungsi untuk menghilangkan partikel-partikel yang tersuspensi dalam air. Ini dilakukan dengan cara menggumpalkan partikel-partikel kecil menjadi flok-flok yang lebih besar dan lebih berat," jelasnya.

Dalam konteks Sungai Ombilin, kapur bereaksi dengan partikel-partikel yang terkandung dalam air, seperti lumpur, tanah, dan mineral lain.

Reaksi ini kemudian membentuk flok-flok besar yang lebih mudah mengendap dan tersaring, sehingga menghasilkan air yang tampak sangat jernih dan menampilkan warna biru kehijauan yang memukau.

Pembentukan batu gamping di wilayah ini terjadi di lingkungan laut dangkal yang jernih, kondisi ideal bagi organisme pembentuk cangkang kalsium karbonat seperti koral, kerang, dan foraminifera yang fosilnya sering ditemukan dalam batuan tersebut.

Daerah Danau Singkarak sendiri terletak dalam Median Graben (celah turun) di lajur Sesar Besar Sumatera yang masih aktif.

Struktur geologi yang mengontrol kawasan, termasuk Sesar Muara Pingai dan Sesar Paninggahan, turut memengaruhi posisi singkapan batuan gamping ini di permukaan.

Ade Edward menambahkan, batu gamping di wilayah Solok dan sekitar Danau Singkarak memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri, seperti bahan baku semen, karena ketersediaannya yang melimpah.

Dengan demikian, fenomena viral air Sungai Ombilin yang biru kehijauan bukanlah kebetulan biasa, melainkan manifestasi alami dari interaksi air dengan komposisi geologi purba di sekitar Danau Singkarak. (cc1)

Editor : Hendra Efison
#warna air berubah #batu gamping Sumbar #fenomena Danau Singkarak #penjelasan Ade Edward