Puluhan warga terlihat memadati tepian Banda Bakali dengan membawa joran pancing dan memusatkan perhatian ke permukaan air sejak sore hari.
Selain Banda Bakali, sejumlah lokasi lain di Kota Padang juga menjadi titik aktivitas memancing, di antaranya Muaro Penjalinan, Muaro Lasak, Pantai Caroline, dermaga TPI Bungus, Gunung Padang, dan Muaro Padang.
Aktivitas tersebut dilakukan warga sebagai pengisi waktu luang pada sore hari, dengan sebagian pemancing datang secara perorangan maupun berkelompok.
Mahasiswa Ikut Manfaatkan Waktu Sore
Di kawasan Muaro Lasak, dua pemuda tampak aktif memancing, yakni Hengki Nanda (25) dan Adhitya Yos Syahputra (22), mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Padang.
Hengki, warga asal Pasaman Barat, mengatakan memancing menjadi kegiatan rutin yang ia lakukan di sela aktivitas perkuliahan.
“Ada sensasi yang tidak dapat dijelaskan ketika merasakan getaran di joran dan mendengar bunyi reel yang berputar saat ikan menarik umpan,” ujar Hengki saat ditemui di Muaro Lasak, Senin (2/2/2026).
Ia menyebut kegiatan tersebut telah menjadi hobi sejak kecil dan masih dilakukan hingga saat ini.
Menunggu Ikan Jadi Aktivitas Sore
Sementara itu, Adhitya Yos Syahputra menyampaikan bahwa memancing menjadi aktivitas yang ia pilih untuk mengisi waktu di luar kegiatan kampus.
“Mancing ini menjadi media bagi kami untuk meredakan stres dari berbagai tekanan, terutama saat mengerjakan tugas akhir,” kata Yos.
Ia menjelaskan bahwa selama memancing, perhatiannya terfokus pada pelampung dan ujung joran.
Menurut Yos, hasil tangkapan bukan menjadi tujuan utama dalam aktivitas tersebut.
Aktivitas memancing di sejumlah lokasi pesisir dan aliran air di Kota Padang berlangsung hingga menjelang waktu Magrib, sebelum para pemancing mulai meninggalkan lokasi.(cr3)
Editor : Hendra Efison