LUBUK BASUNG, PADEK.JAWAPOS.COM – Pemulihan pembelajaran biologi pascabencana di Kabupaten Agam mendapat dukungan dari Universitas Negeri Padang (UNP) melalui program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan 30 guru dan 30 siswa terdampak bencana hidrometeorologi. Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 1 Lubuk Basung pada 12-13 Juni 2026 dengan mengusung pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal Minangkabau.
Program yang masuk dalam skema Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat itu dipimpin dosen UNP, Fitri Olvia Rahmi. Kegiatan mendapat dukungan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Fitri Olvia Rahmi menjelaskan program tersebut dirancang untuk membantu sekolah-sekolah yang terdampak bencana agar mampu kembali mengoptimalkan proses pembelajaran biologi melalui metode yang adaptif dan relevan dengan kondisi lingkungan setempat.
Menurutnya, pemulihan pendidikan pascabencana tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas guru serta pemulihan psikologis siswa.
"Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang mampu membantu siswa memahami lingkungan sekitarnya sekaligus membangun kembali semangat belajar setelah menghadapi dampak bencana," ujarnya.
Kegiatan dibuka oleh Koordinator Program Studi Pendidikan Biologi UNP, Dr. Muhyiatul Fadilah, serta dihadiri Ketua MGMP Biologi Kabupaten Agam Fitria Rahmi, Kepala SMA Negeri 1 Lubuk Basung Hendra Putra, dosen Departemen Biologi UNP, dan tim pengabdian.
Pemulihan Pembelajaran Biologi Pascabencana Berbasis Kearifan Lokal
Pada hari pertama, peserta mengikuti tiga sesi pelatihan yang difokuskan pada penguatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran adaptif pascabencana.
Dr. Muhyiatul Fadilah menekankan bahwa bahan ajar yang berkualitas harus berangkat dari kebutuhan nyata siswa dan fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.
Menurutnya, keberhasilan pembelajaran tidak ditentukan oleh teknologi semata, melainkan kemampuan guru memahami konteks lokal yang dihadapi peserta didik.
Sementara itu, Dr. Fitri Arsih membahas integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran biologi. Ia menilai proses pemulihan pendidikan harus membantu siswa memahami cara beradaptasi dan memaknai kehidupan setelah menghadapi bencana.
"Pembelajaran pascabencana harus mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan pengalaman nyata yang dialami siswa di lingkungannya," katanya.
Pada sesi berikutnya, Dr. Rahmawati D membekali peserta dengan keterampilan menyusun panduan praktikum dan lembar kerja peserta didik (LKPD) yang aplikatif serta mudah diterapkan dalam kondisi keterbatasan sarana.
Guru dan Siswa Dibekali Teknologi serta Edukasi Ekosistem
Semangat belajar berlanjut pada hari kedua melalui pelatihan pembuatan laboratorium virtual menggunakan platform Genially yang dipandu langsung oleh Fitri Olvia Rahmi.
Pelatihan tersebut memberi alternatif bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran praktikum interaktif ketika fasilitas laboratorium mengalami keterbatasan akibat dampak bencana.
Selain membina guru, tim pengabdian UNP juga menghadirkan program khusus bagi siswa bertajuk "Siswa Warrior Biologi Pascabencana". Kegiatan ini dipandu Dr. Suci Fajrina dan Sandi Fransisco Pratama.
Dalam sesi tersebut, siswa mendapatkan edukasi mengenai dampak psikologis bencana dan pentingnya alam sebagai media pemulihan diri. Mereka juga mengikuti permainan strategi pemulihan ekosistem yang menggabungkan konsep biologi dengan kearifan lokal Agam.
Sandi Fransisco Pratama memperkenalkan berbagai tanaman lokal yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pascabencana.
Para siswa kemudian membuat poster kampanye bertema "Biologi Minangkabau Melawan Bencana" sebelum mengikuti kegiatan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap pemulihan lingkungan.
UNP Serahkan Bantuan Praktikum untuk Sekolah
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian UNP menyerahkan 10 unit kit praktikum alternatif dan bibit tanaman produktif kepada sejumlah SMA penerima manfaat di Kabupaten Agam.
Bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran biologi yang lebih adaptif sekaligus memperkuat kegiatan praktikum di sekolah-sekolah terdampak bencana.
Ketua MGMP Biologi Kabupaten Agam, Fitria Rahmi, mengapresiasi program yang dijalankan UNP karena memberikan solusi konkret bagi guru dan siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan pascabencana.
Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat terus berlanjut untuk mempercepat pemulihan kualitas pendidikan di Kabupaten Agam.
Sementara itu, tim pengabdian UNP menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi sekolah-sekolah di Agam agar pembelajaran biologi yang adaptif, kontekstual, dan berbasis kearifan lokal dapat diterapkan secara berkelanjutan demi melahirkan generasi yang tangguh menghadapi perubahan lingkungan dan risiko bencana.
Editor : Hendra Efison