Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Soto Padang Masuk 10 Makanan Indonesia dengan Rating Terendah versi TasteAtlas 2026, Raih Skor 2,9

Endang Pribadi • Kamis, 25 Juni 2026 | 11:00 WIB
Semangkuk Soto Padang dengan kuah kaldu bening dan irisan daging sapi. Kuliner khas Sumatera Barat ini masuk daftar makanan Indonesia dengan rating terendah versi TasteAtlas 2026. (AI)
Semangkuk Soto Padang dengan kuah kaldu bening dan irisan daging sapi. Kuliner khas Sumatera Barat ini masuk daftar makanan Indonesia dengan rating terendah versi TasteAtlas 2026. (AI)

PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM – Soto Padang, salah satu kuliner khas Sumatera Barat yang dikenal luas di Indonesia, masuk dalam daftar 10 makanan Indonesia dengan rating terendah versi platform kuliner internasional TasteAtlas per 17 Juni 2026. Dalam pemeringkatan tersebut, Soto Padang memperoleh skor 2,9 dari skala 5 poin berdasarkan ulasan pengguna.

Hasil pemeringkatan itu cukup mengejutkan mengingat Soto Padang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Minangkabau.

Hidangan ini memiliki ciri khas kuah kaldu bening yang gurih dengan pelengkap berupa irisan daging sapi renyah, bihun, perkedel, dan taburan bawang goreng.

TasteAtlas menempatkan Soto Padang dalam daftar "89 Worst Rated Indonesian Foods" atau makanan Indonesia dengan nilai terendah berdasarkan penilaian pengguna platform tersebut.

Pemeringkatan disusun dari lebih dari 9.300 ulasan pengguna, dengan sekitar 6.321 ulasan yang telah diverifikasi oleh sistem platform.

Dengan skor 2,9, Soto Padang masuk kelompok 10 makanan Indonesia yang memperoleh nilai terendah dalam daftar tersebut.

Kuliner khas Sumbar itu berbagi skor yang sama dengan Buntil, makanan tradisional berbahan daun pepaya atau daun talas yang diisi parutan kelapa dan ikan teri.

Soto Padang Masuk Daftar Rating Terendah TasteAtlas

Meski masuk dalam daftar makanan dengan rating rendah, TasteAtlas menegaskan pemeringkatan tersebut tidak dimaksudkan sebagai penilaian mutlak terhadap kualitas makanan.

Platform kuliner yang berbasis pada ulasan pengguna itu menyebut tujuan daftar tersebut untuk memperkenalkan ragam kuliner tradisional dari berbagai negara kepada masyarakat dunia.

Selain itu, pemeringkatan juga ditujukan untuk mendorong pelestarian makanan khas daerah dan meningkatkan minat masyarakat terhadap kuliner tradisional.

Karena itu, posisi suatu makanan dalam daftar tidak selalu mencerminkan kualitas atau popularitasnya di daerah asal.

Faktor selera, latar belakang budaya, hingga pengalaman pengguna dapat memengaruhi hasil penilaian yang diberikan.

Di Indonesia sendiri, Soto Padang masih menjadi salah satu kuliner yang mudah ditemukan di berbagai kota.

Hidangan ini bahkan menjadi menu andalan sejumlah rumah makan Minang di luar Sumatera Barat.

Sejumlah Kuliner Tradisional Indonesia Juga Masuk Daftar

Soto Padang bukan satu-satunya makanan tradisional Indonesia yang memperoleh skor rendah dalam pemeringkatan TasteAtlas. Sejumlah kuliner daerah lain juga masuk dalam daftar yang sama.

Peringkat terbawah ditempati Paniki, hidangan khas Sulawesi Utara berbahan dasar kelelawar buah, dengan skor 2,2.

Posisi berikutnya ditempati Tinutuan atau Bubur Manado yang memperoleh skor 2,6.

Selain itu, Lawar khas Bali, Nasi Jagung, dan Pepes Tahu masing-masing mendapat skor 2,7.

Sementara Wajik, Bakso Ayam, dan Lalap berada di bawah Soto Padang dengan nilai 3,0.

Masuknya sejumlah makanan tradisional dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa penilaian pengguna internasional tidak selalu sejalan dengan popularitas makanan di daerah asalnya.

Banyak kuliner yang tetap memiliki penggemar kuat dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.

Tetap Menjadi Ikon Kuliner Sumbar

Terlepas dari hasil pemeringkatan tersebut, Soto Padang masih menjadi salah satu kuliner yang identik dengan Sumatera Barat.

Keunikan rasa dan cara penyajiannya membuat makanan ini memiliki tempat tersendiri di kalangan pencinta kuliner Nusantara.

Bagi masyarakat Minangkabau, Soto Padang bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari kekayaan budaya kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Popularitasnya yang bertahan hingga kini menunjukkan bahwa selera terhadap makanan tradisional tidak selalu dapat diukur hanya dari angka pemeringkatan di platform digital.(*)

Editor : Hendra Efison
#TasteAtlas 2026 #makanan Indonesia rating terendah #Soto Padang TasteAtlas #kuliner sumbar #Soto Padang