PADEK.JAWAPOS.COM – TasteAtlas kembali menempatkan kuliner Indonesia dalam jajaran makanan terbaik dunia. Dalam pemeringkatan terbaru tahun 2026, platform panduan kuliner internasional itu menobatkan sate kambing sebagai makanan terbaik Indonesia dengan nilai 4,5 dari 5, mengungguli ratusan hidangan tradisional dari berbagai daerah.
Di bawah sate kambing, terdapat Soto Betawi, siomay, dan batagor yang sama-sama memperoleh skor 4,4.
Posisi berikutnya ditempati pisang goreng, nasi goreng ayam, bubur ayam, perkedel, ayam goreng, hingga onde-onde yang masing-masing mengantongi nilai 4,3.
Masuknya onde-onde ke dalam 10 besar menjadi salah satu sorotan dalam daftar tahun ini. Jajanan tradisional berbahan tepung ketan dengan isian gula merah tersebut dikenal luas di Sumatera sebagai onde-onde, sedangkan di Pulau Jawa lebih populer dengan nama klepon.
TasteAtlas Susun Daftar Berdasarkan Ulasan Pengguna
TasteAtlas menyusun pemeringkatan berdasarkan ribuan ulasan pengguna dari berbagai negara yang telah melalui proses verifikasi.
Mekanisme tersebut diterapkan untuk mengurangi manipulasi penilaian sekaligus menghasilkan daftar yang lebih objektif.
Platform asal Kroasia itu selama ini menjadi salah satu rujukan wisata kuliner bagi pelancong internasional yang ingin mencicipi makanan khas saat berkunjung ke suatu negara.
Karena itu, daftar yang diterbitkan TasteAtlas kerap menjadi perhatian pelaku industri pariwisata dan kuliner.
Dominasi makanan Indonesia dalam daftar tersebut memperlihatkan kuatnya karakter kuliner Nusantara yang kaya rempah.
Perpaduan kunyit, jahe, lengkuas, serai, ketumbar, kemiri, pala, hingga cengkeh menjadi ciri khas yang membedakan cita rasa masakan Indonesia dari negara lain.
Selain 10 besar, sejumlah hidangan legendaris lain juga masuk dalam daftar makanan terbaik Indonesia versi TasteAtlas.
Di antaranya pempek, rawon, pecel, tempe mendoan, bebek goreng, nasi uduk, ikan bakar, ayam penyet, sambal terasi, hingga odading.
Kuliner Jadi Kekuatan Pariwisata Indonesia
Kekayaan kuliner Indonesia didukung oleh ribuan resep tradisional yang tersebar di berbagai daerah.
Data Kementerian Pariwisata mencatat sedikitnya 5.300 resep masakan tradisional telah teridentifikasi, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan keragaman kuliner terbesar di dunia.
Potensi tersebut terus didorong sebagai bagian dari pengembangan wisata gastronomi. Makanan tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan budaya, tradisi, dan identitas daerah kepada wisatawan mancanegara.
Meski bukan lembaga resmi pemeringkat kuliner dunia, TasteAtlas memiliki pengaruh besar terhadap tren wisata gastronomi global.
Banyak wisatawan menggunakan platform tersebut sebagai referensi sebelum menentukan destinasi kuliner yang akan dikunjungi.
Keberhasilan sate kambing menempati peringkat pertama, disusul Soto Betawi, siomay, batagor, hingga onde-onde di posisi 10 besar kembali menunjukkan bahwa kuliner Nusantara tetap menjadi salah satu kekuatan budaya Indonesia yang mendapat apresiasi luas di tingkat internasional.(*)
Editor : Hendra Efison