Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Giring Ganesha Saksikan Prosesi Naiak Pangkek, Yota Balad Tegaskan Tabuik Festival Budaya Murni

Hendra Efison • Minggu, 28 Juni 2026 | 15:30 WIB
Hari ini, ribuan masyarakat, perantau Minang, dan wisatawan dari berbagai daerah memadati Pantai Gandoriah menyaksikan prosesi Tabuik Naiak Pangkek di Kota Pariaman.
Hari ini, ribuan masyarakat, perantau Minang, dan wisatawan dari berbagai daerah memadati Pantai Gandoriah menyaksikan prosesi Tabuik Naiak Pangkek di Kota Pariaman.

PARIAMAN, PADEK.JAWAPOS.COM – Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan bahwa Tabuik merupakan festival budaya murni yang tidak ada unsur keagamaan di dalamnya.

Menurutnya, tradisi yang telah diwariskan turun-temurun tersebut harus terus dijaga karena menjadi identitas masyarakat sekaligus magnet wisata unggulan Kota Pariaman.

"Tabuik adalah festival budaya murni. Tradisi ini perlu kita jaga dan lestarikan karena mampu menjadi daya tarik wisata Kota Pariaman. Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen menjaga budaya anak nagari ini agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Yota Balad, Minggu (28/6/2026).

Hari ini, ribuan masyarakat, perantau Minang, dan wisatawan dari berbagai daerah memadati prosesi Tabuik Naiak Pangkek di Kota Pariaman.

Tradisi yang digelar pada 10 Muharram 1448 Hijriah itu menjadi salah satu rangkaian paling dinantikan menjelang puncak Pesona Budaya Tabuik sebelum tabuik dihoyak dan dilarung ke laut.

Prosesi berlangsung di dua lokasi, yakni Tabuik Pasa di area parkir Lapangan Merdeka dan Tabuik Subarang di depan Tugu Tabuik Simpang Kampung Cino.

Antusiasme pengunjung terlihat sejak pagi dengan memadati kedua lokasi untuk menyaksikan proses penyatuan rangkaian tabuik yang sarat nilai budaya dan kebersamaan.

Tabuik Naiak Pangkek Simbol Gotong Royong Masyarakat Pariaman

Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menjelaskan, prosesi Tabuik Naiak Pangkek memiliki filosofi yang kuat tentang semangat gotong royong masyarakat.

Seluruh anak nagari bekerja sama mengangkat rangkaian tabuik hingga menjadi satu kesatuan utuh, sementara masyarakat memberikan dukungan dan semangat selama prosesi berlangsung.

Menurutnya, nilai kebersamaan tersebut menjadi warisan yang terus dipelihara Pemerintah Kota Pariaman agar tetap tumbuh di tengah masyarakat.

Filosofi gotong royong yang tercermin dalam tradisi Tabuik dinilai mampu memperkuat persatuan sekaligus menjaga eksistensi budaya lokal.

Sementara itu, salah seorang perantau asal Pariaman, Nova Leliyarni Putri, mengaku selalu menyempatkan pulang kampung setiap penyelenggaraan Tabuik.

Baginya, tradisi tersebut telah menjadi kebanggaan masyarakat Pariaman sekaligus agenda budaya nasional yang harus terus dilestarikan.

Nova juga menilai penyelenggaraan Tabuik memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata.

Kehadiran ribuan pengunjung setiap tahun dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi antara warga di kampung halaman dan perantau.

Wamenbud Giring Dukung Pengembangan Museum Tabuik

Puncak Pesona Budaya Tabuik 2026 turut dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha beserta istrinya, Cynthia Riza.

Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pelestarian budaya Tabuik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.

Giring mengatakan Kementerian Kebudayaan siap mendukung pengembangan Pesona Budaya Tabuik, termasuk upaya pelestarian nilai sejarah dan edukasi yang terkandung di dalamnya.

Ia juga menyatakan akan menyaksikan langsung prosesi puncak hingga tabuik dilarung ke laut.

Dalam kesempatan itu, Yota Balad mengusulkan pembangunan museum untuk Tabuik Subarang.

Sebelumnya, Museum Budaya Kota Pariaman telah diresmikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon sehingga pemerintah daerah berharap kedua rumah tabuik dapat memiliki museum sebagai pusat edukasi budaya.

Menanggapi usulan tersebut, Giring menyampaikan apresiasinya dan menegaskan museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan ruang edukasi publik untuk menjaga warisan budaya dan memori kolektif bangsa.

Kementerian Kebudayaan, kata dia, siap mendukung proses registrasi, pengembangan tata kelola, hingga penataan pameran agar museum Tabuik semakin menarik sebagai destinasi edukasi dan wisata budaya di Kota Pariaman.(*)

Editor : Hendra Efison
#Naiak Pangkek #Pesona Budaya Tabuik #tabuik pariaman #Yota Balad #giring ganesha