5 Cara ASPIKOM CARE 2026 Bangun Kepercayaan Diri Siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 10:30 WIB
ASPIKOM CARE 2026 bersama akademisi dengan suasana ceria, menggambarkan pemulihan trauma dan peningkatan kepercayaan diri anak pascabencana di SD Bustanul Ulum Semen Padang.
ASPIKOM CARE 2026 bersama akademisi dengan suasana ceria, menggambarkan pemulihan trauma dan peningkatan kepercayaan diri anak pascabencana di SD Bustanul Ulum Semen Padang.

PADEK.JAWAPOS.COM – ASPIKOM CARE 2026 menghadirkan lima kegiatan edukatif untuk membantu membangun kembali kepercayaan diri siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang setelah terdampak banjir bandang Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Melalui permainan komunikasi dan aktivitas kreatif, siswa diajak mengekspresikan diri serta menumbuhkan semangat positif pascabencana.

Kegiatan penguatan karakter dan trauma healing yang digelar Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) tersebut berlangsung di SD Bustanul Ulum Semen Padang, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini melibatkan akademisi dari Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, dan Politeknik Negeri Padang. Selain itu, sejumlah akademisi dari Malaysia, Kanada, Singapura, dan Thailand turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala SD Bustanul Ulum Semen Padang, Eli Martinda, S.Pd., mengatakan kegiatan ASPIKOM CARE 2026 memberikan dampak positif bagi siswa yang masih mengalami tekanan psikologis akibat bencana.

“Berbagai kegiatan trauma healing yang dilaksanakan sangat menghibur anak-anak kami. Anak-anak terlihat ceria dan bahagia selama mengikuti kegiatan,” katanya.

Menurut Eli, sebagian siswa masih merasakan dampak psikologis setelah banjir bandang menyebabkan kerusakan rumah warga. Bahkan, hampir separuh rumah murid SD Bustanul Ulum Semen Padang terdampak akibat kejadian tersebut.

1. Communication Games Latih Kerja Sama Siswa

Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam ASPIKOM CARE 2026 adalah Communication Games.

Melalui permainan seperti pemecah suasana, pesan berantai, dan tebak ekspresi, siswa diajak membangun komunikasi dengan teman-temannya dalam suasana menyenangkan.

Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi siswa, tetapi juga membantu melatih kemampuan bekerja sama dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Dengan permainan komunikasi, siswa diberikan ruang untuk kembali aktif setelah sebelumnya mengalami pengalaman berat akibat bencana.

2. “Aku Berani Bicara” Tumbuhkan Kepercayaan Diri

Kegiatan kedua bertajuk “Aku Berani Bicara”. Dalam sesi ini, siswa diberikan kesempatan memperkenalkan diri, menceritakan pengalaman, serta menyampaikan cita-cita mereka.

Setiap siswa yang berani tampil mendapatkan apresiasi berupa stiker bintang. Penghargaan sederhana tersebut diberikan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak ketika berbicara di depan orang lain.

Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk berani menyampaikan pikiran dan perasaan secara positif.

3. Pohon Harapan Bangun Optimisme Anak

Dalam kegiatan “Pohon Harapan”, siswa diajak menuliskan harapan dan pesan positif untuk diri sendiri maupun kampung halaman mereka.

Tulisan tersebut kemudian ditempelkan pada pohon harapan sebagai simbol semangat dan optimisme untuk menghadapi masa depan.

Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk menuangkan perasaan sekaligus membangun pandangan positif setelah mengalami dampak bencana.

4. Batu Busuk Impianku Ajak Siswa Berimajinasi

ASPIKOM CARE 2026 juga menghadirkan kegiatan “Batu Busuk Impianku”.

Melalui kegiatan menggambar dan mewarnai, siswa menuangkan gambaran tentang kampung yang mereka impikan.

Hasil karya tersebut kemudian ditampilkan dalam pameran sederhana. Aktivitas ini membantu siswa mengekspresikan kreativitas sekaligus membangun harapan terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.

5. Budaya Kita, Dunia Kita Perkuat Interaksi

Kegiatan terakhir adalah “Budaya Kita, Dunia Kita” yang mengajak siswa mengenal keberagaman budaya.

Para siswa mengikuti aktivitas menari, menyanyikan lagu, serta mengenal salam dan budaya dari berbagai daerah maupun negara.

Penampilan kesenian tradisional randai yang dibawakan siswa menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dari rombongan ASPIKOM, terutama peserta dari luar negeri.

Kolaborasi Pulihkan Karakter Anak Pascabencana

Eli menyampaikan apresiasi atas kegiatan ASPIKOM CARE 2026 yang memberikan ruang bagi siswa untuk kembali ceria dan bersemangat dalam mengikuti proses belajar.

Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan perhatian terhadap kondisi fisik, tetapi juga pendampingan psikologis bagi anak-anak.

SD Bustanul Ulum Semen Padang merupakan sekolah binaan PT Semen Padang melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi dalam dan luar negeri, sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus mendukung perkembangan karakter serta kepercayaan diri siswa.(*)

Editor : Hendra Efison
kepercayaan diri siswa ASPIKOM CARE 2026 trauma healing anak pendidikan karakter SD Bustanul Ulum Semen Padang