PADEK.JAWAPOS.COM – Siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang memperkenalkan budaya Minangkabau melalui penampilan randai dalam kegiatan ASPIKOM CARE 2026, Kamis (23/7/2026). Pertunjukan seni tradisional tersebut menjadi bagian dari penyambutan akademisi nasional dan internasional yang berkunjung ke sekolah di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Penampilan randai para siswa mendapat sambutan hangat dari rombongan Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi (ASPIKOM), terutama peserta dari luar negeri yang hadir dalam kegiatan penguatan karakter dan trauma healing pascabanjir bandang.
Rombongan ASPIKOM terdiri atas akademisi dari Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, dan Politeknik Negeri Padang.
Kegiatan tersebut juga diikuti akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, Kanada, Singapura, dan Thailand.
Randai Jadi Jembatan Pengenalan Budaya
Kepala SD Bustanul Ulum Semen Padang, Eli Martinda, S.Pd., mengatakan penampilan randai menjadi salah satu cara sekolah mengenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada para tamu yang datang.
Menurutnya, kegiatan budaya tersebut juga memberikan ruang bagi siswa untuk tampil percaya diri di hadapan banyak orang.
“Alhamdulillah, kami sangat senang sekolah ini dikunjungi para dosen Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi, termasuk dari luar negeri. Berbagai kegiatan trauma healing yang dilaksanakan sangat menghibur anak-anak kami,” katanya.
Melalui penampilan seni tradisional, siswa tidak hanya menunjukkan kemampuan berkesenian, tetapi juga belajar menjaga dan mengenalkan budaya daerah.
Randai yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Budaya Kita, Dunia Kita dalam ASPIKOM CARE 2026.
Budaya dalam Program Pemulihan Anak
ASPIKOM CARE 2026 tidak hanya menghadirkan kegiatan trauma healing, tetapi juga menggabungkan unsur pendidikan karakter dan pengenalan budaya.
Dalam kegiatan Budaya Kita, Dunia Kita, para siswa diajak menari, menyanyikan lagu, serta mengenal salam dan budaya dari berbagai daerah maupun negara.
Kegiatan tersebut dirancang untuk membangun interaksi antara siswa dengan peserta kegiatan dari berbagai latar belakang.
Bagi siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang, kesempatan tampil di depan akademisi dari dalam dan luar negeri menjadi pengalaman baru setelah sebelumnya menghadapi dampak psikologis akibat banjir bandang Batu Busuk.
Tingkatkan Kepercayaan Diri Siswa
Selain memperkenalkan budaya Minangkabau, penampilan randai juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri siswa.
Sebelumnya, sebagian siswa masih mengalami tekanan psikologis setelah bencana yang berdampak terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.
Melalui aktivitas kreatif seperti permainan komunikasi, menggambar, hingga pertunjukan seni, siswa diberikan ruang untuk kembali mengekspresikan diri.
Dalam ASPIKOM CARE 2026, siswa juga mengikuti berbagai kegiatan seperti Communication Games, Aku Berani Bicara, Pohon Harapan, dan Batu Busuk Impianku.
Kegiatan tersebut bertujuan membantu siswa membangun komunikasi, keberanian, serta optimisme setelah menghadapi pengalaman sulit akibat bencana.
Kolaborasi Pendidikan dan Budaya
SD Bustanul Ulum Semen Padang merupakan sekolah binaan PT Semen Padang melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Sekolah yang berada di kawasan Batu Busuk tersebut menjadi salah satu ruang pendidikan yang terus membuka kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung perkembangan siswa.
Melalui kunjungan ASPIKOM CARE 2026, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga penguatan karakter dan pelestarian budaya.
Penampilan randai menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat menjadi media pembelajaran sekaligus sarana memperkenalkan identitas Minangkabau kepada masyarakat dunia.(*)
Editor : Hendra Efison