PADEK.JAWAPOS.COM— Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum PT Semen Padang menegaskan kembali peran industri yang telah tumbuh selama 116 tahun dari Ranah Minang untuk pembangunan Indonesia.
Pesan itu disampaikan Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z. Lubis saat menjadi inspektur upacara Hari Kesaktian Pancasila di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Rabu (1/10/2026).
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, upacara tersebut diikuti jajaran staf pimpinan PT Semen Padang serta pimpinan dan karyawan Anak Perusahaan Lembaga Penunjang (APLP).
“PT Semen Padang adalah salah satu instrumen negara untuk pembangunan bangsa. Sebagai salah satu pabrik semen pertama di Asia Tenggara yang telah berusia lebih dari satu abad, keberadaan perusahaan diharapkan dapat terus berkontribusi untuk bangsa. Karena jargon PT Semen Padang adalah ‘Dari Ranah Minang untuk Indonesia’,” kata Iskandar.
Riwayat resmi PT Semen Padang mencatat perusahaan didirikan pada 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM).
Sejarah mencatatnya sebagai pabrik semen pertama di Indonesia, sementara laman resminya saat ini mencantumkan posisi sebagai perusahaan semen pertama di Asia Tenggara sejak 1910.
Perjalanan produksi dimulai dari Pabrik Indarung I yang beroperasi pada 1913 dengan kapasitas 22.900 ton semen per tahun. Pada 1939, kapasitasnya meningkat menjadi 170 ribu ton per tahun.
Perusahaan kemudian dinasionalisasi Pemerintah Republik Indonesia pada 5 Juli 1958. Pengembangan kapasitas berlanjut melalui pembangunan pabrik-pabrik baru, termasuk Indarung II yang beroperasi pada 1979, disusul pengembangan Indarung III, IV, V hingga VI.
Indarung VI beroperasi pada 2017 dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun. Saat itu, total kapasitas produksi perseroan tercatat mencapai 8,9 juta ton semen per tahun.
Sementara itu, Indarung I kini memiliki nilai sejarah tersendiri. Kawasan tersebut ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional melalui Surat Keputusan Mendikbudristek Nomor 54/M/2023 pada 27 Februari 2023.
Dalam perjalanan korporasinya, PT Semen Padang juga masuk dalam konsolidasi industri semen nasional. Pada 15 September 1995, pemerintah mengonsolidasikan PT Semen Padang, PT Semen Gresik, Tbk, dan PT Semen Tonasa dengan PT Semen Gresik sebagai induk holding. Pada 2013, PT Semen Gresik bertransformasi menjadi strategic holding PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yang kemudian mengubah mereknya menjadi SIG pada 2020.
Menurut Iskandar, perjalanan tersebut menjadi bagian dari semangat untuk terus menjaga kebersamaan di tengah keberagaman.
Ia juga mengaitkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan peristiwa 30 September 1965 yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia dalam mempertahankan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.
“Setelah terjadi peristiwa berdarah pada 30 September 1965, kita menyemangati hati kita semua dan memperingati 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila, sekaligus menjadi momentum bagi seluruh karyawan untuk memperkuat rasa kebersamaan di tengah keberagaman,” katanya.(*)
Editor : Hendra Efison