Dua daerah yang dikunjungi masing-masing, Kabupaten Tanahdatar dan Kota Solok. Anies Baswedan dijadwalkan bertemu kaum milenial dan petani.
Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Nasdem Sumbar Fadly Amran juga dijadwalkan bakal mendampingi serangkaian kunjungan capres Koalisasi Perubahan itu.
“Kita langsung melakukan penjemputan ke bandara besok pagi, (hari ini, red),” ujarnya saat berdialog dengan Padang Ekspres, kemarin (2/1).
Fadly Amran menyebut, hal ini kedatangan Anies keempat kali ke Sumbar dan pertama sebagai capres usai ditetapkan oleh KPU Sumbar sebagai peserta pilpres.
Menurut dia, kedatangan Anies Baswedan ini membuktikan kalau ia punya hubungan dan kedekatan khusus dengan Ranah Minang. “Abah Anies kembali lagi ke Sumbar, jelas beliau punya keterikatan khusus dengan Sumbar dan masyarakatnya,” ujar mantan Wali Kota Padangpanjang ini.
Fadly menambahkan, Anies ke Tanahdatar dan Kota Solok guna menghadiri diskusi bersama anak muda bertajuk “Desak Anies”. Pada kegiatan ini banyak isu-isu strategis yang akan dibahas.
Selain itu, Anies Baswedan juga berinteraksi dengan petani di daerah tersebut. “Pada roadshow “Desak Anies”, Pak Anies berinteraksi langsung dengan generasi muda, milenial atau generasi Z. Akan ada tanya jawab. Mereka boleh bertanya,” ujar Fadly.
Lewat Desak Anies, kata dia, membuktikan bahwa Capres Nomor Urut 1 Anies Baswedan itu ada untuk milenial. Secara tidak langsung, Anies menampung aspirasi-aspirasi generasi muda karena interaksi langsung.
“Ada dialog terbuka di sini. Hal ini menandakan bahwa Pak Anies ini siap dikritik, siap menerima masukan dan siap berbagi ilmu. Peserta juga kita prediksi membeludak,” ujarnya.
Menurut Fadly, orang yang siap dikritik terutama oleh banyak pihak termasuk generasi muda, menandakan orang itu bijaksana. Dengan “Desak Anies” ini, kebijaksanaan itu ada dan melekat pada Anies.
“Sumbar dikenal dengan orang-orangnya bijaksana. Anies sangat dekat dengan Sumbar dan kebijaksanaan itu ada pada Pak Anies,” tutur Fadly Amran.
Pada “Desak Anies” ini, Capres Anies Baswedan langsung menyiratkan bahwa perlu budaya pemimpin siap dikritik itu dihadirkan kembali di Indonesia.
Dengan begitu, mereka yang berkuasa punya rasa malu jika melakukan kesalahan apalagi sampai menyengsarakan rakyat. “Hal inilah yang ditunggu-tunggu selama ini, terutama generasi muda yang merindukan pemimpin jujur dan bijaksana,” tuturnya.
Ketua DPW Nasdem Sumbar ini juga sangat mengagumi sosok Anies, karena mau merangkul generasi muda. Bahkan, roadshow sudah dilakukan ke sejumlah daerah di Indonesia terkhusus Sumbar.
Untuk kegiatan pertemuan dengan petani di Kota Solok, menurut Fadly, Anies Baswedan mendengar keluh kesah petani terkait kendala yang dihadapinya selama ini. Seperti, persoalan pupuk langka dan isu strategis lainnya.
“Semuanya ini dibahas dalam pertemuan dengan Pak Anies. Sektor pertanian juga turut jadi perhatian,” ujarnya.
Ia menambahkan, dialog bersama petani dan juga melibatkan tokoh masyarakat itu membahas seputar komoditi pertanian sebagai tulang punggung ekonomi.
Sekaligus, sumber penghasilan utama warga. Salah satunya, bareh solok yang belakangan ini menghadapi banyak kesulitan dan tantangan untuk berkembang.
Nantinya, tambah dia, Anies Baswedan juga kampanye tertutup di kompleks GOR Kubung 13, Kota Solok. Massa yang ditargetkan 3.000 orang. Usai kampanye, Anies bertolak ke Padang dan mampir di Sitinjaulauik sebelum bertolak ke BIM menuju Jakarta. (adv) Editor : Novitri Selvia