Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pesona Motif Wastra Riau Bangkit Bersinar

Novitri Selvia • Kamis, 3 Oktober 2024 | 11:25 WIB

ANGGUN: Model Pekanbaru Cut Diana Putri mengenakan batik Riau motif ikan patin. (DOK CUTI DIANA PUTRI)
ANGGUN: Model Pekanbaru Cut Diana Putri mengenakan batik Riau motif ikan patin. (DOK CUTI DIANA PUTRI)

PADEK.JAWAPOS.COM-Setiap tanggal 2 Oktober diperingati Hari Batik Nasional, tidak hanya di Indonesia, peringatan ini juga dirayakan secara internasional sebagai Hari Batik Sedunia.

Hari Batik adalah memperingati diakuinya batik sebagai warisan budaya takbenda dari Indonesia oleh Unesco sejak 2 Oktober 2009.
Di Provinsi Riau, batik tetap bersinar dengan pesonanya yang khas.

Motif-motifnya terinspirasi dari sejarah budaya Melayu, pesona alam, flora dan floristika. Wastra ini menjadi pilihan yang unik dan elegan bagi para pencinta batik.

Batik Riau memiliki sejarah yang panjang dan kaya akan makna. Motif-motifnya yang khas, sebagai wujud bahwa keberagaman hayati atau kekayaan alam di Riau masih terjaga.

Namun, di tengah gemerlapnya industri fasyen, batik Riau seringkali kurang populer dan kalah bersaing dengan produk-produk batik dari daerah lain.

Kurangnya promosi, inovasi desain, serta pengetahuan masyarakat tentang keunggulan batik Riau menjadi tantangan tersendiri bagi para perajin dan pengusaha batik di Riau.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Riau, Beni Febrianto mengungkapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut, berbagai upaya telah dilakukan.

Pemerintah daerah, pelaku industri kreatif, dan para perajin batik bersatu padu untuk mempromosikan batik Riau melalui berbagai platform, baik secara offline maupun online.

“Selain itu, inovasi desain juga terus dilakukan untuk menciptakan produk-produk batik Riau yang lebih modern dan sesuai dengan selera pasar saat ini,” kata Beni, Rabu (2/10).

Saat ini banyak motif batik Riau yang dikenal, seperti motif pucuk rebung, ikan patin, ombak bono, Istana Siak, perahu Baganduang dan bunga seroja. Motif ini mencerminkan kehidupan masyarakat Melayu yang erat kaitannya dengan alam.

Warna-warna cerah dan dominasi warna kuning emas pada batik Riau juga menjadi ciri khas yang membedakannya dengan batik dari daerah lain. Selain itu, motif lain yang terbilang cukup unik, ada itik pulang petang, bunga kiambang, kuntum bujang, kuntum bersusun hingga tampuk manggis

Satu di antara keunggulan batik Riau adalah kualitas bahan dan teknik pembuatannya. Proses pembuatan batik Riau juga dilakukan secara tradisional, sehingga menghasilkan batik dengan kualitas yang tinggi dan nilai seni yang tinggi pula.

Motif-motif batik Riau tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Misalnya, motif pucuk rebung melambangkan harapan akan kehidupan yang lebih baik, sedangkan motif pucuk melaka melambangkan kekuatan dan keberanian.

Sayangnya, kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan batik sebagai warisan budaya menjadi salah satu kendala dalam pengembangan industri batik Riau. Banyak generasi muda yang lebih tertarik pada fasyen modern dan kurang mengenal batik sebagai bagian dari identitas bangsa.

Ia berharap, dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, diharapkan batik Riau dapat semakin dikenal dan dihargai oleh masyarakat luas. Batik Riau tidak hanya menjadi identitas budaya Melayu, tetapi juga menjadi aset bangsa yang perlu dilestarikan.

“Mari kita bersama-sama mendukung dan melestarikan batik Riau. Dengan mengenakan batik Riau, kita tidak hanya ikut melestarikan warisan budaya bangsa, tetapi juga turut serta dalam mengembangkan industri kreatif di daerah,” imbuhnya. (rpg)

Editor : Novitri Selvia
#dinas pariwisata riau #hari batik nasional #wastra #batik riau #hari batik