Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ikan Banyak Mati, Syamsuar Dayung Sampan di Siak

Heri Sugiarto • Kamis, 17 Oktober 2024 | 07:00 WIB

Syamsuar dalam suatu kesempatan beberapa waktu lalu. (Foto: Dok)
Syamsuar dalam suatu kesempatan beberapa waktu lalu. (Foto: Dok)
Catatan Ketiga Mhd Nazir Fahmi, Wartawan Utama Tinggal di Padang.

PADEK.JAWAPOS.COM-Subuh-subuh, ada bunyi tit…tit…tit. Pager di meja berbunyi. Isi pesan; Zir, ke Siak, ikan banyak mati. Di belakang pesan tertulis Syamsuar.

Sontak, setelah shalat subuh, bergegas menuju Siak. Biar lebih cepat, saya naik suburban/ L300 menuju Perawang. Lalu menyambung naik bus di Pinang Sebatang setelah feri penyeberangan Caltex (Chevron).

Oh ya, mungkin ada yang bertanya, apa itu pager? Inilah satu-satunya alat telekomunikasi bergerak yang dimiliki orang saat itu.

Riau Pos membekali wartawannya dengan pager. Bagi yang ingin menghubungi wartawan, pergi ke wartel atau telepon umum dan kontak operator pager. Lalu, sampaikan pesan ke nomor pager.

Nomor pager saya; 2811. Saat itu satu-satunya operator pager di Jalan Riau. Towernya cukup besar.

Kembali ke Siak. Pagi itu, Syamsuar sudah menunggu di rumah dinas camat. Bercerita tentang keluhan masyarakat terkait ikan mati di Sungai Siak hingga ke kolam milik pribadi di tepi sungai.

Saya diajak naik perahu ke Desa Merempan. Kami bertiga naik perahu kecil. Syamsuar ikut mendayung sampan menuju lokasi ikan mati.

Kami melihat ikan bergelimpangan di kolam milik warga. Selain itu, di Sungai Siak ikan juga banyak yang mati mengapung. Ini dikeluhkan masyarakat langsung ke Syamsuar. Seringnya ikan mati, berakibat kepada mata pencaharian masyarakat di daerah itu.

Memang, sebagian besar mata pencarian saat itu menjadi nelayan ikan air tawar.

Apa penyebab matinya ikan-ikan di Sungai Siak saat itu? Tuduhan pertamanya kepada pabrik pulp dan kertas yang ada di Perawang. Posisi pabrik memang tidak jauh dari Sungai Siak. Ada juga pabrik triplek dan lem.

Masih di Perawang dan juga berada di tepi Sungai Siak. Beberapa perusahaan inilah yang dituduh masyarakat membuang limbahnya ke sungai.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#ikan mati #camat siak #Mhd Nazir Fahmi #syamsuar #pemilihan gubernur riau