Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Alex Indra Lukman: Pemadaman Karhutla Bukan Seperti Memadamkan Api Unggun

Hendra Efison • Selasa, 29 Juli 2025 | 21:07 WIB

Alex Indra Lukman tegaskan beratnya tugas tim Karhutla. Sebut perlu helikopter dan dukung tindakan tegas terhadap 51 tersangka Karhutla di Riau.
Alex Indra Lukman tegaskan beratnya tugas tim Karhutla. Sebut perlu helikopter dan dukung tindakan tegas terhadap 51 tersangka Karhutla di Riau.
PADEK.JAWAPOS.COM—Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan bahwa memadamkan kobaran api dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukanlah pekerjaan mudah seperti memadamkan api unggun saat perkemahan.

Menurutnya, medan yang sulit dijangkau serta perlengkapan pemadaman yang berat menjadi tantangan tersendiri bagi tim Manggala Agni dan tim terpadu yang ditugaskan negara untuk menangani Karhutla.

“Lokasi yang tidak mudah dijangkau, peralatan dan perlengkapan pemadaman yang harus dipanggul sembari berjalan kaki untuk sampai ke lokasi, merupakan tantangan besar yang harus ditaklukkan,” kata Alex dalam pernyataan tertulis, Selasa (29/7/2025).

Alex menyampaikan apresiasinya atas dedikasi tim yang telah ditugaskan negara dalam menangani Karhutla tahun 2025. “Kita semua harus berterima kasih kepada Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, relawan bencana, dan masyarakat yang telah menunaikan pekerjaan berat ini dengan sangat baik,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Alex merespons temuan 16 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah kabupaten di Provinsi Riau berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 23.00 WIB, Senin (28/7/2025).

Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan tercatat memiliki titik panas terbanyak, masing-masing empat titik. Disusul Kampar dan Kepulauan Meranti dua titik, serta Indragiri Hulu, Siak, dan Rokan Hilir masing-masing satu hingga dua titik.

Secara keseluruhan, wilayah Sumatera mencatat 53 titik panas. Setelah Riau, hotspot terbanyak terpantau di Jambi dan Bangka Belitung, masing-masing 11 titik. Selanjutnya, Aceh lima titik, Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing tiga titik, Lampung dua titik, serta Bengkulu dan Sumatera Selatan masing-masing satu titik.

Pada awal Juli 2025, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Riau melaporkan terdapat 586 titik panas. Berkat kerja keras aparat lintas sektor, hingga 25 Juli 2025, api berhasil dipadamkan pada areal seluas 1.156,17 hektare.

Upaya pemadaman tidak hanya dilakukan dari darat. Pemerintah juga menjalankan operasi modifikasi cuaca dengan menyebar 21 ton garam ke awan untuk memicu hujan buatan. Selain itu, sekitar 3,9 juta liter air telah dijatuhkan dari udara melalui helikopter water bombing.

Penanganan Karhutla di Pulau Sumatera berada di bawah koordinasi Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatera yang membawahi 10 provinsi di wilayah Andalas.

Personel Dalkarhut, yakni Manggala Agni, berjumlah 956 orang, sebagian di antaranya telah berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Alex menyoroti kondisi di lapangan yang memperlihatkan bahwa para petugas kerap harus menumpang sampan atau motor milik masyarakat, bahkan berjalan kaki berkilo-kilometer sambil memikul peralatan berat seperti pompa air dan selang pemadam.

“Kami dari Komisi IV memandang Dalkarhut ini sudah layak didukung unit helikopter pengangkut orang dan barang, saat dikirim bertugas ke dalam hutan. Sehingga, proses pemadaman bisa dilakukan lebih cepat,” jelas Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat itu.

Selain penanganan teknis, Alex juga mengapresiasi tindakan tegas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Riau yang telah menetapkan 51 tersangka pelaku Karhutla sepanjang Januari hingga akhir Juli 2025.

“Kita meminta aparat penegak hukum mampu memberikan rasa keadilan dalam pemberantasan Karhutla ini. Aparat harus ingat, ada aparatur negara yang bertaruh nyawa serta meninggalkan keluarga demi tugas memadamkan api di tengah hutan belantara,” tegas Alex.(*)

Editor : Hendra Efison
#Bukan Seperti Memadamkan Api Unggun #Pemadaman Karhutla #alex indra lukman