Hacker Asal Perawang Masuk Hall of Fame NASA usai Temukan Celah Keamanan Sistem

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 10:58 WIB
Rahmat Setiawan, hacker asal Perawang, Kabupaten Siak, menerima pengakuan Hall of Fame dan Piagam Penghargaan dari NASA setelah laporannya mengenai celah keamanan sistem dinyatakan diterima.
Rahmat Setiawan, hacker asal Perawang, Kabupaten Siak, menerima pengakuan Hall of Fame dan Piagam Penghargaan dari NASA setelah laporannya mengenai celah keamanan sistem dinyatakan diterima.

PERAWANG, PADEK.JAWAPOS.COM – Rahmat Setiawan, hacker asal Perawang, Kabupaten Siak, Riau, berhasil masuk Hall of Fame NASA setelah menemukan dan melaporkan celah keamanan pada sistem milik National Aeronautics and Space Administration (NASA). Atas kontribusinya tersebut, NASA juga memberikan Piagam Penghargaan resmi sebagai bentuk apresiasi terhadap laporan kerentanan keamanan yang disampaikannya.

Berdasarkan dokumen resmi NASA Vulnerability Disclosure Policy (VDP), laporan kerentanan keamanan yang dikirim Rahmat melalui akun rahmatsetiawan6199 pada target https://nasa.gov dinyatakan diterima (accepted) pada 5 Mei 2026.

Selanjutnya, pada 22 Juli 2026, NASA menerbitkan Piagam Penghargaan yang ditandatangani Kelvin Taylor, Senior Agency Information Security Officer (SAISO) NASA Office of Chief Information Officer (OCIO).

Pengakuan tersebut menempatkan nama Rahmat dalam Hall of Fame NASA sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya membantu meningkatkan keamanan sistem lembaga antariksa Amerika Serikat itu.

Rahmat mengaku pencapaian tersebut berawal dari keinginannya mengasah kemampuan di bidang keamanan siber.

"Awalnya hanya iseng untuk mengasah skill dan belajar lebih jauh tentang keamanan siber. Saya tidak pernah menyangka bisa mendapatkan apresiasi langsung dari NASA," ujar Rahmat.

Berawal dari Belajar Otodidak di Warnet

Di balik pengakuan internasional tersebut, Rahmat menjalani kehidupan yang sederhana. Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai tukang pemotong rumput di area pabrik Indah Kiat di Perawang.

Minatnya terhadap komputer sudah tumbuh sejak kecil. Saat teman-teman seusianya menghabiskan waktu bermain, Rahmat lebih sering mengunjungi warung internet untuk belajar komputer dan internet secara otodidak.

"Sejak kecil saya memang sudah tertarik dengan komputer dan internet. Saya lebih senang belajar di warnet daripada bermain seperti teman-teman lainnya," katanya.

Ketekunan itu terus ia kembangkan hingga dewasa. Dengan belajar secara konsisten, Rahmat mendalami bidang keamanan siber dan berhasil mengidentifikasi berbagai kerentanan pada sejumlah sistem digital, baik nasional maupun internasional.

Kantongi Pengakuan dari Berbagai Institusi

Selain NASA, Rahmat juga menerima berbagai sertifikat apresiasi, piagam penghargaan, dan pengakuan Hall of Fame dari sejumlah instansi pemerintah, perusahaan, perguruan tinggi, serta organisasi internasional.

Di tingkat nasional, penghargaan tersebut antara lain berasal dari Catalyst, Good Ponsel, KaryaKarsa, Universitas Islam Lamongan (UNISLA), Universitas Advent Indonesia (UNAI), TIMES Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), PT BGR Logistik Indonesia, PT Edukasi Indonesia Jaya, serta berbagai Dinas Komunikasi dan Informatika di sejumlah daerah.

Sementara di tingkat internasional, Rahmat memperoleh pengakuan Hall of Fame dari Government Technology Agency (GovTech) Singapura, Wageningen University & Research Belanda, UNESCO, United Nations Development Programme (UNDP), dan NASA.

Meski telah menerima berbagai penghargaan, Rahmat tetap bersikap rendah hati. Menurutnya, seluruh pencapaian yang diraih merupakan amanah yang patut disyukuri.

"Banyak sertifikat apresiasi dan penghargaan dari dalam negeri maupun luar negeri yang telah saya dapatkan, tetapi semua ini hanya titipan dari Allah," ujarnya.

Ia menambahkan, "Kalau bukan karena Allah, saya bukan siapa-siapa."

Rahmat juga kerap membagikan berbagai pencapaiannya melalui akun Instagram pribadinya, @rahmatsetiawan6199, sembari tetap menjalani aktivitas sehari-hari di Perawang.

Kisahnya menjadi bukti bahwa kemampuan di bidang teknologi dapat lahir dari mana saja melalui semangat belajar, konsistensi, dan kemauan untuk terus mengembangkan diri.(*)

Editor : Hendra Efison
Rahmat Setiawan Hall of Fame NASA hacker Indonesia celah keamanan NASA hacker Perawang