Hari Pangan, Kota Sawahlunto Dicanangkan sebagai Sentral Madu di Sumbar

Hendra Efison • Dipublikasikan Kamis, 3 November 2022 | 20:22 WIB
Direksi Umum dan Keuangan PT Semen Padang Oktoweri saat menghadiri penyerahan bantuan 20 stup lebah galo-galo kepada keluarga difabel di Kota Sawahlunto.
Direksi Umum dan Keuangan PT Semen Padang Oktoweri saat menghadiri penyerahan bantuan 20 stup lebah galo-galo kepada keluarga difabel di Kota Sawahlunto.
Di Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-42, Kota Sawahlunto dicanangkan sebagai sentral madu di Provinsi Sumbar. Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengatakan bantuan Stup lebah galo-galo dari dana CSR PT Semen Padang untuk keluarga difabel ini, menjadi istimewa bagi Kota Sawahlunto.

"Selain pencanangan sebagai sentral madu di Sumbar, HPS ini sekaligus juga menjadi pencanangan pengendalian inflasi di Sawahlunto. Tentunya, madu yang memiliki nilai ekonomis yang begitu tinggi ini tentunya akan dapat menjadi salah satu indikator pengendalian inflasi di Sawahlunto. Makanya, kami juga berterima kasih atas bantuan Stup lebah galo-galo ini," kata Deri Asta, Rabu (2/11/2022).

Hal ini dikatakannya saat acara penyerahan bantuan 20 stup lebah galo-galo kepada keluarga difabel yang dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sumbar Wardarusmen, Direksi Umum dan Keuangan PT Semen Padang Oktoweri, Kepala Resort IV KPHL Bukit Barisan, Dishut Sumbar Mada Rusli, Ketua Forum Komunikasi Keluarga Difabel Indonesia Chapter Sawahlunto Neldaswenti.

Mada Rusli menyebut pihaknya siap memfasilitasi keluarga difabel Sawahlunto ini untuk pelatihan budidaya madu galo-galo. "Ya, kami siap memfasilitasi mereka (difabel) untuk studi budidaya madu, yaitu dengan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Agroforestry aro Sepakat," kata Mada Rusli.

Neldaswenti yang juga Anggota DPRD Sawahlunto, mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas bantuan Stub lebah galo-galo untuk keluarga difabel yang berjumlah empat keluarga. "Masing-masing keluarga, akan diberikan 4 Stup lebah galo-galo," katanya

Difabel ini, katanya melanjutkan, juga menjadi misi dari Wakil Wali Kota Sawahlunto Zohirin Sayuti. Misi itu adalah misi ke delapan, yaitu kelompok marginal yang pada umumnya berasal dari keluarga kurang mampu. Apabila orangtuanya meninggal dunia, tentu mereka butuh biaya hidup untuk selanjutnya.

Makanya, kata anggota dewan yang akrab disapa Eti Zohirin ini menyebut, dengan adanya bantuan Stub lebah galo-galo ini, mereka yang difabel ini dapat membudidayakan madu yang tentunya bisa meningkatkan ekonomi keluarganya. Dan, berharap pihak atau instansi BUMN lainnya juga dapat memberikan perhatian kepada keluarga difabel di Sawahlunto.

"Kami dari Forum Komunikasi Keluarga Difabel Indonesia Chapter Sawahlunto, siap memfasilitasi mereka untuk budidaya madu galo-galo ini. Masa depan mereka jadi perhatian kita bersama. Karena, mereka tidak bisa jadi anak-anak pada umumnya. Dan, mustahil anak-anak difabel ini jadi dokter. Makanya, mereka harus menjadi perhatian kita bersama," ujar istri dari Wakil Wali Kota Sawahlunto itu.

Sementara itu, Saribani (47) yang merupakan orangtua salah satu anak difabel yang tinggal di Dusun Air Gantang, Desa Balai Baru Sandaran, Kecamatan Barangin, Sawahlunto, mengucapkan terima kasih kepada Semen Padang yang telah memberikan bantuan Stup lebah galo-galo untuk anaknya bernama Putri Nurhaliza (20). Apalagi, Stup ini sangat dibutuhkan dalam budidaya madu galo-galo, sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga.

"Suami saya sudah 5 tahun sakit, tidak bisa kerja. Dulunya, kerja sebagai tukang kayu. Mudah-mudahan, bantuan Stup ini bermanfaat bagi anak kami dalam membudidayakan madu galo-galo, meskipun kami juga belum ada pengalaman. Insya Allah, dengan adanya dukungan dan bimbingan banyak pihak, anak kami bisa membudidayakannya," kata Saribani.(*) Editor : Hendra Efison
Keluarga Difabel Eti Zohirin 20 stup lebah galo-galo Sentral Madu di Sumbar Hari Pangan Sedunia (HPS) Wali Kota Sawahlunto Deri Asta