Kedatangan Deputi Kemaritiman dan SDA Bappenas didampingi Penjabat (Pj) Wali Kota Sawahlunto, Zefnihan. Sekaligus mendengarkan penjelasan tentang bagaimana Pemko Sawahlunto mengolah kawasan reklamasi bekas lahan pertambangan batubara menjadi area kebun buah yang subur, kemarin.
Kemudian juga diberikan kesempatan mencoba memanen langsung madu lebah galo-galo di Kebun Buah Kandi yang saat ini sedang jor-joran dikembangkan di area tersebut.
Selain memanen madu galo-galo, Deputi Kemaritiman dan SDA Bappenas juga mendapat penghormatan untuk ikut menanam pohon di Kebun Buah Kandi.
Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Vivi Yulaswati menuturkan, hal ini adakah sebuah terobosan yang patut diapresiasi. Di mana lahan yang sebelumnya telah rusak akibat aktivitas tambang bisa direklamasi menjadi lahan perkebunan yang subur.
“Ini sebuah terobosan yang perlu didukung secara bersama, dan masyarakat harus mengikutinya. Bila terus digarap secara optimal, dipastikan secara jangka panjang akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” ujar Vivi Yulaswati.
Kepada Pemko Sawahlunto, diharapkan kedepannya terus melakukan terobosan dan inovasi-inovasi. Terlebih Kota Sawahlunto termasuk salah-satu daerah tujuan wisata kebanggaan Sumbar dengan mengusung konsep kota wisata tambang yang berbudaya, plus berstatus kota warisan dunia dari Unesco. (atn) Editor : Novitri Selvia