Laporan--Two Efly, Silungkang
Tak mudah mempertahankan sebuah capaian. Namun itu mampu dilakukan manajemen PT BPRS Gajahtongga Kotopiliang setiap tahunnya. Tahun 2023, selain asset yang terus meningkat, Pembiayaan dan Pendanaan juga kian bertambah, besaran Laba Bersih Usaha pun kian bagus. Tidak itu saja, Kualitas Aktiva Produktifnya pun (KAP) terpantau makin membaik.
"Alhamdulillah tahun 2023 kita kembali mampu mempertahankan pertumbuhan usaha double digit. Total Asset tercatat Rp43,2 Miliar, realisasi Pembiayaan sebanyak Rp38,6 Miliar, total Pendanaan Rp31,7 Miliar. Sementara Laba Bersih Usaha berhasil ditingkatkan dari Rp1,2 Miliar di tahun 2022 naik menjadi Rp1,4 Miliar di tahun 2023. Realisasi laba ini bertumbuh 15,78 persen secara year on year," ujar Direktur Utama PT BPRS Gajahtongga Kotopiliang, Efi Mulya Putra yang didampingi Direkturnya Yanti Afrina kepada Padang Ekspres kemarin.
Menurut Efi Mulya Putra berhasilnya manajemen PT BPRS Gajahtongga Kotopiliang mempertahankan pertumbuhan usaha tak terlepas dari kerja keras team work dan berjalan dengan baiknya rencana kerja sesuai Rencana Bisnis Bank. Keberhasilan ini dibuktikan dengan pertumbuhan asset, pembiayaan, pendanaan, peningkatan laba usaha dan peningkatan Kualitas Aktiva Produktif. Semua indikator ini bertumbuh double digit.
Asset dan Pendanaan
Per 31 Desember 2023 tercatat total asset PT BPRS Gajah Tongga Koto Piliang sebanyak Rp 43,2 Miliar. Realisasi asset ini bertumbuh 10,41 persen secara year on year dan mencapai target rencana bisnis bank.
Bertumbuhnya total asset terjadi seiring membaiknya kinerja Pembiayaan dan Pendanaan. Total Pendanaan yang mampu dihimpun selama tahun 2023 tercatat sebanyak Rp 31,7 Miliar. Realisasi Pendanaan ini bertumbuh 8,08 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama-sama bertumbuh. Total Tabungan Wadiah selama tahun 2023 tercatat sebanyak Rp 17,3 Miluar sedangkan Deposito Mudharabah sebanyak Rp 14,4 Miliar atau tumbuh 18,55 persen secara year on year.
Pembiayaan dan Pendapatan
Berbeda dengan pendanaan, realisasi pembiayaan PT BPRS Gajahtongga Kotopiliang selama tahun 2023 tampak lebih bagus. Hingga akhir tahun 2023 tercatat total pembiayaan yang sudah disalurkan sebanyak Rp 38,6 Miliar atau tumbuh 11,87 persen secara year on year.
Dari dua bentuk pembiayaan yang dimiliki, keduanya sama-sama menghasilkan pertumbuhan. Per 31 Desember 2023 total Piutang Murabahah tercatat Rp37,4 Miliar atau tumbuh 11,50 persen secara year on year. Sementara itu Piutang Musyarakah tercatat Rp1,1 Miliar. Piutang Musyarakah ini juga bertumbuh 25,53 persen secara year on year.
Meningkatnya realisasi pembiayaan (piutang) tentulah berdampak pada peningkatan pendapatan. Pendapatan Murabahah yang mampu dibukukan sampai akhir tahun 2023 tercatat sebanyak Rp 5,7 Miliar. Sementara itu pendapatan musyarakah sebanyak Rp 106 juta.
"Total Pendapatan yang mampu kita bukukan selama tahun 2023 tercatat sebanyak Rp 6,7 Miliar. Realisasi pendapatan tumbuh dibandingkan pendapatan operasional tahun 2022 yang lalu, ujar Efi Mulia.
NPF, BOPO dan Laba
Selain bagus dari sisi kinerja Asset, PT BPRS Gajahtongga Kotopiliang di tahun 2023 juga terlihat bagus dari sisi Kualitas Aktiva Produktifnya (KAP). Tidak itu saja besaran laba yang mampu dicatatkan pun meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Per 31 Desember 2023 rasio Non Perfomance Fund (pembiayaan bermasalah) tercatat 2,17 persen. Artinya, dari Rp 38,6 Miliar pembiayaan yang disalurkan maka 97,83 persen berada dalam status sehat dan lancar.
Begitu juga dari sisi biaya. Sepanjang tahun 2023 terlihat manajemen PT BPRS Gajah tongga Kotopiliang berhasil mengendalikan biaya operasional dengan efisien dan efektif. Buktinya, ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) tercapai 76,36 persen. Realisasi BOPO ini terbilang sangat bagus untuk sekelas BPR/S.
"Asset yang bertumbuh, pembiayaan yang meningkat, pendapatan operasional yang bertambah diimbangi dengan biaya yang terkendali memberikan dampak positif pada kinerja laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp 1,2 Miliar di tahun 2022 naik menjadi Rp 1,4 Miliar di tahun 2023 atau bertumbuh 15,78 persen secara year on year," ujar Alex.
Dari data Padang Ekspres, PT BPRS Gajahtongga Kotopiliang merupakan salah satu BPRS dengan Kinerja terbaik di Sumbar saat ini. BPRS yang berkantor pusat di Silungkang Kota Sawahluto ini dalam lima tahun terakhir mampu mencatatkan lompatan kinerja. Keberhasilan inilah yang membuat PT BPRS Gajahtongga Kotopiliang meraih beragam prestasi. Teranyarnya Golden Award Syariah Infobank atas kinerja terbaik selama lima tahun berturut-turut di tahun 2023 yang lampau. (***)
Editor : Hendra Efison