Hal itu diungkapkan Penjabat (Pj) Wali Kota Sawahlunto, Fauzan Hasan saat menghadiri Pemilihan Duta GenRe Kota Sawahlunto tahun 2024 di Gedung IKM Kota Sawahlunto, Rabu (29/5). Menurutnya, melalui Duta Genre angka pernikahan dini dan seks pranikah dapat ditekan.
“Ini sebuah gerakan yang harus didukung secara bersama, sebab Duta GenRe memiliki sasaran membentuk generasi muda yang sehat, andal, hingga siap menghadapi masa depan keluarga secara matang dan terarah,” kata Fauzan.
Menurut Pj Wako, penunjukkan Duta GenRe akan memperluas kesempatan para remaja untuk bisa mengakses informasi, pendidikan, dan konseling kesehatan reproduksi remaja secara sehat, terencana dan terarah. Bukan asal menikah kemudian melahirkan anak-anak tanpa memikirkan bagaimana arah kehidupan keluarga selanjutnya.
“Sasaran utama yang harus dicapai yakni bagaimana supaya Duta GenRe Kota Sawahlunto selanjutnya mampu memberikan kontribusi secara maksimal dalam menyiapkan remaja sebagai calon subjek/pelaku/aktor pembangunan yang berkualitas. Menyiapkan remaja sebagai calon pasangan yang akan membangun keluarga berkualitas hingga kemudian melahirkan pula generasi yang berkualitas,” katanya.
Senada, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sawahlunto, dr. Ranu Vera menyebut, pemilihan duta GenRe bertujuan untuk memilih figur remaja yang dapat menjadi teladan dan motivator antar sesamanya.
Dalam arti kata mereka akan berperan memberikan wawasan/informasi, pendidikan, konseling, sikap dan perilaku positif dalam mengembangkan secara mental, fisik, intelektual, spiritual dan sosial antar sesama kalangan remaja.
Tak kalah pentingnya yakni bagaimana supaya kalangan remaja terhindar dari pernikahan dini, seks pranikah, serta bahaya narkoba. Sebab bila hal ini terjadi membuat roda kehidupan terganggu dan masa depan terancam kacau.
“Kembali saya tegaskan Duta GenRe terpilih nantinya diharapkan ikut aktif mensosialisasikan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana,” pungkasnya. (atn)
Editor : Novitri Selvia