Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, membenarkan penemuan tersebut. “Korban atas nama Erman Nukas ditemukan pada Selasa, 30 September 2025, sekitar pukul 10.20 WIB, dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Hendri dalam keterangan resminya, Selasa siang.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu, 28 September 2025, sekitar pukul 18.30 WIB. Menurut keterangan saksi bernama Kudun, korban yang akrab disapa Man Bolok tergelincir saat sedang menjala ikan.
“Kudun mendengar korban sempat berteriak minta tolong, namun derasnya arus sungai membuat korban cepat hanyut dan tenggelam,” kata Hendri.
Informasi insiden baru diterima Kantor SAR Kelas A Padang pada Senin, 29 September 2025, pukul 21.15 WIB, yang bersumber dari Susilo dari BPBD Sawahlunto. Lokasi kejadian diperkirakan berada di koordinat 0°36'54.20"LS - 100°45'38.10"BT dengan jarak sekitar 45 km garis lurus dari Pos SAR 50 Kota.
Proses Pencarian
Sejak laporan diterima, masyarakat dan warga nagari melakukan pencarian mandiri, namun belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan kemudian melanjutkan Operasi SAR hari kedua pada Selasa, 30 September 2025, mulai pukul 07.30 WIB.
Pencarian dilakukan dengan membagi area sepanjang 6 km menjadi empat tim. Tim 1 menggunakan LCR Basarnas menyisir sejauh 2 km dari titik LKP. Tim 2 dengan LCR BPBD melanjutkan 2 km berikutnya. Tim 3 menyusuri 2 km menggunakan perahu masyarakat, sementara Tim 4 fokus pada penyisiran bantaran sungai.
“Pada pukul 10.20 WIB, korban ditemukan pada koordinat 0°37'33.00"S - 100°46'18.00"E, berjarak sekitar 2 km dari perkiraan LKP,” jelas Hendri. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka di Desa Salak.
Kendala Pencarian dan Penutupan Operasi
Derasnya arus Sungai Batang Ombilin menjadi kendala utama dalam pencarian. Meski demikian, operasi berhasil dilaksanakan dengan dukungan Basarnas, BPBD, Polsek Talawi, Koramil Talawi, Satpol PP Damkar, Potensi SAR Limapuluh Kota, serta puluhan warga setempat.
Setelah debriefing pada pukul 10.50 WIB, seluruh unsur kembali ke kesatuan masing-masing. Kantor SAR Kelas A Padang kemudian mengusulkan penutupan resmi Operasi SAR.(*)
Editor : Hendra Efison