Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

348 Peserta Ikuti Lomba Esai Sejarah Sawahlunto, Pendaftaran Resmi Ditutup

Indra Yosef • Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50 WIB

Leendert Kranendonk warga Belanda di Perancis ikut jadi peserta menulis esai 2026.
Leendert Kranendonk warga Belanda di Perancis ikut jadi peserta menulis esai 2026.
PADEK.JAWAPOS.COM–Lomba menulis esai tahun 2026 bertema “Tokoh dan Pejuang dalam Catatan Sejarah Global di Sawahlunto” resmi ditutup pada Senin (16/3/2026) pukul 23.30 WIB. Hingga batas akhir pendaftaran, panitia mencatat sebanyak 348 peserta ikut berpartisipasi, termasuk peserta dari luar negeri.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Forum Pegiat Literasi Adinegoro (FPLA) Kota Sawahlunto.

Meski menjelang penutupan banyak calon peserta meminta perpanjangan waktu, panitia tetap menutup pendaftaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Antusiasme Peserta Tinggi

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumatera Barat, Jumaidi, mengaku terkejut dengan tingginya animo masyarakat dalam mengikuti lomba menulis tersebut.

Menurutnya, kompetisi ini mengangkat tema jejak sejarah Sawahlunto pada periode 1858–2013 yang menyoroti tokoh dan pelaku sejarah di kota tersebut.

“Animo masyarakat sangat luar biasa. Bahkan hingga detik-detik terakhir masih ada yang meminta perpanjangan waktu. Namun panitia tetap konsisten dengan jadwal. Ini bukti gerakan literasi semakin hidup di tengah kemajuan teknologi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sawahlunto memiliki nilai sejarah penting karena telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Peserta dari Berbagai Daerah hingga Mancanegara

Kabid Layanan Otomasi dan Kerja Sama Perpustakaan Perpussip Sumbar, Fajri Rahman Esra, mengatakan peserta lomba tidak hanya berasal dari Sumatera Barat.

Peserta juga datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri. Salah satunya adalah warga Belanda, Leendert Kranendong, yang kini tinggal di Perancis.

Ia mengaku merupakan keturunan pelaku sejarah tambang batubara Ombilin pada masa Hindia Belanda di Sawahlunto.

Panitia bersama unsur FPLA Sawahlunto menegaskan komitmen untuk menjaga integritas dan objektivitas dalam proses penilaian karya peserta.

Tahapan Penilaian hingga Pengumuman Pemenang

Ketua FPLA Sawahlunto, IY Datmy, menyebutkan pendaftaran lomba telah dibuka sejak 1 Februari 2026 dan resmi ditutup pada 16 Maret 2026.

Tahapan selanjutnya adalah pelatihan dan diskusi penguatan kapasitas literasi yang akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 1 April 2026.

Kegiatan tersebut akan melibatkan seluruh peserta lomba. Proses penilaian karya dijadwalkan berlangsung pada 6–10 April 2026.

Sementara itu, pengumuman pemenang akan dilakukan pada 15 April 2026.

Penyerahan Hadiah Digelar di Sawahlunto

Penyerahan hadiah, piagam, dan sertifikat bagi para pemenang direncanakan berlangsung pada 29 April 2026.

Kegiatan tersebut akan digelar bersamaan dengan seminar bertajuk “Memperjuangkan Tokoh Pers Nasional Djamaludin Adinegoro sebagai Pahlawan Nasional” di Saka Ombilin Heritage Sawahlunto.

Seminar tersebut akan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan, termasuk enam pemenang lomba esai.

Total hadiah yang diperebutkan dalam lomba ini mencapai Rp16 juta.

Anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat, Hj. Neldaswenti Zohirin, mengaku bangga dengan tingginya partisipasi peserta dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap lomba ini dapat mendorong peningkatan minat literasi masyarakat, khususnya dalam memahami sejarah dan tokoh penting di Sawahlunto.(*)

Editor : Hendra Efison