PADEK.JAWAPOS.COM—Kawasan wisata Batu Gantuang dan Kelompok Tenun Silungkang Guguak Panto didorong menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Desa Kubang Tangah, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto.
Upaya tersebut dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan akademisi dan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP). Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi pariwisata sekaligus ekonomi kreatif di desa.
Tim pengabdian terdiri atas Irwan, S.IP., M.Sc. dari Program Studi PPKn UNP, Defrizal Saputra, M.Sn. dari Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UNP, serta Bamy Emely dari Program Studi Pariwisata UNP.
Baca Juga: Rodri Gabung Barcelona, Mourinho Ungkap Keraguan yang Membuat Real Madrid Mundur
Program tersebut turut melibatkan 20 mahasiswa aktif sebagai pelaksana teknis yang tergabung dalam Tim KKN Tematik BIMA.
Kegiatan pengabdian didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui BIMA Tahun 2026, dengan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa.
Program dijalankan selama delapan bulan hingga Desember 2026 dengan melibatkan Pemerintah Desa Kubang Tangah, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Batu Gantuang, serta Kelompok Tenun Silungkang Guguak Panto.
Baca Juga: Newcastle Incar Nico Gonzalez, Man City Masih Butuh Opsi di Lini Tengah
Batu Gantuang Mulai Ditata
Dalam pengembangan kawasan wisata Batu Gantuang, kegiatan diawali dengan peningkatan kapasitas Pokdarwis sebagai sektor utama yang diharapkan menjadi penggerak pengembangan pariwisata di kawasan tersebut.
Tim pengabdi bersama masyarakat dan mahasiswa KKN Tematik kemudian melakukan sejumlah kegiatan penataan kawasan.
Kegiatan tersebut meliputi gotong royong membersihkan kawasan wisata, pembangunan gazebo, pembangunan pentas seni, pembangunan tribun sebagai tempat duduk pengunjung, serta pembangunan booth bagi pelaku UMKM.
Baca Juga: Don Bosco Padang Tak Terbendung, SMAN 1 Solok Ditundukkan 72-5 di DBL 2026 West Sumatra
Selain penataan kawasan, normalisasi aliran sungai menggunakan ekskavator juga dilakukan. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan sekaligus mendukung daya tarik kawasan wisata Batu Gantuang.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan wisata yang lebih tertata sehingga masyarakat memiliki ruang yang lebih baik untuk mengembangkan aktivitas ekonomi di sekitar destinasi.
Produk Tenun Silungkang Didorong Masuk Pasar Digital
Selain sektor pariwisata, program pengabdian juga menyasar pengembangan ekonomi kreatif melalui pendampingan Kelompok Tenun Silungkang Guguak Panto.
Baca Juga: Anak-anak Mandeh Jelajah Mangrove, Pungut Sampah hingga Olah Buah Nipah Jadi Jus Bersama UNP
Salah satu fokus utama pendampingan adalah digitalisasi pemasaran produk tenun lokal.
Tim pengabdi bersama mahasiswa memberikan pendampingan berupa pembuatan akun toko daring pada platform Shopee dan TikTok, penyusunan katalog digital, pembuatan kode QR untuk transaksi pembayaran, hingga dokumentasi produk.
Kelompok tenun juga mendapatkan pelatihan pemasaran digital agar produk yang dihasilkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
Baca Juga: Anak-anak Mandeh Jelajah Mangrove, Pungut Sampah hingga Olah Buah Nipah Jadi Jus Bersama UNP
Upaya tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pasar produk tenun lokal di tengah perkembangan perdagangan digital. Apalagi, Tenun Silungkang telah memiliki nama di pasar fesyen nasional.
Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
Ketua Tim Pengabdi, Irwan, S.IP., M.Sc., mengatakan pengembangan kawasan wisata Batu Gantuang dan kelompok tenun Guguak Panto merupakan langkah awal untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Kubang Tangah.
Ia berharap penguatan Pokdarwis dapat menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali potensi wisata lokal yang selama ini belum tergali secara optimal.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Wilayah Sumbar
Dengan kelembagaan yang semakin kuat dan partisipasi masyarakat yang lebih luas, Batu Gantuang diharapkan dapat berkembang sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk tenun juga diharapkan mampu membuka peluang ekspansi pasar sehingga produk home industry tersebut semakin dikenal masyarakat.
Desa Dorong Keberlanjutan Program
Kepala Desa Kubang Tangah, Rice, menyampaikan apresiasi terhadap tim pengabdi dan mahasiswa yang telah membantu mengembangkan potensi desa.
Baca Juga: SMAN 1 Payakumbuh dan SMAN 1 Koto Baru Jumpa di Final AZA 3X3 Competition 2026 West Sumatra
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga berbagai hasil program yang telah dilakukan tidak berhenti ketika masa pengabdian selesai.
Penguatan Pokdarwis dan kelompok tenun, menurutnya, membutuhkan tindak lanjut melalui pendampingan, penguatan jejaring dengan pemerintah dan pelaku usaha, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Pendekatan pentahelix dinilai dapat menjadi salah satu model untuk menjaga keberlanjutan program dengan melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.
Baca Juga: Perairan Sumbar Berpotensi Gelombang 2,5 Meter hingga 23 Agustus
Tim pengabdi juga mendorong masyarakat dan Pemerintah Desa Kubang Tangah untuk melanjutkan pengembangan potensi yang telah dirintis selama program berlangsung.
Dengan keberlanjutan program, kawasan wisata Batu Gantuang dan produk Tenun Silungkang Guguak Panto diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun Desa Kubang Tangah yang semakin mandiri, maju, dan berdaya saing. (*)
Editor : Adetio Purtama