Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pessel Gandeng PT Semen Padang Tangani Sampah dan Infrastruktur Pascabencana 2024

Hendra Efison • Kamis, 22 Mei 2025 | 19:47 WIB

Bupati Pessel, Hendrajoni, didampingi Sekretaris Daerah Mawardi Roska, bertandang ke pabrik PT Semen Padang di Indarung, Padang, Kamis (22/5/2025).
Bupati Pessel, Hendrajoni, didampingi Sekretaris Daerah Mawardi Roska, bertandang ke pabrik PT Semen Padang di Indarung, Padang, Kamis (22/5/2025).
PADEK.JAWAPOS.COMPemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menjajaki kerja sama dengan PT Semen Padang dalam bidang pengelolaan sampah dan rehabilitasi infrastruktur pascabencana.

Rencana ini mengemuka dalam kunjungan kerja Bupati Pessel, Hendrajoni, ke pabrik PT Semen Padang di Indarung, Padang, Kamis (22/5/2025).

Bupati didampingi oleh Sekretaris Daerah Mawardi Roska, sejumlah kepala dinas, camat, serta staf. Rombongan disambut oleh Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri, bersama jajaran manajemen.

Oktoweri memaparkan sejumlah inovasi berkelanjutan, termasuk produk konstruksi tahan gempa bernama SEPABLOCK (Bata Interlock Presisi/BIP), yang dinilai cocok untuk mendukung percepatan pemulihan infrastruktur di Pessel pascabanjir besar pada Maret 2024.

“Sebagai anak usaha dari SIG, PT Semen Padang siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana,” ujar Oktoweri.

Ia menambahkan bahwa SEPABLOCK memiliki keunggulan dalam efisiensi pemasangan, ketahanan terhadap gempa, serta ramah lingkungan. “Produk ini telah teruji dan siap dimanfaatkan untuk program rehabilitasi rumah warga terdampak bencana,” jelasnya.

Selain infrastruktur, Pemkab Pessel juga tertarik untuk mengadopsi program pengelolaan sampah digital Nabuang Sarok, yang mendorong masyarakat memilah dan menyetorkan sampah rumah tangga melalui aplikasi. Sampah yang dikumpulkan kemudian diolah menjadi bahan bakar alternatif untuk proses produksi semen.

Program ini sebelumnya telah berjalan di Kota Padang, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Agam. Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mendukung inisiatif ini dalam penanganan sampah laut.

“Kami melihat ini sebagai solusi konkret, terutama untuk kawasan wisata. Sampah bisa menjadi sumber ekonomi bila dikelola dengan teknologi,” kata Bupati Hendrajoni.

Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Pessel terhadap arahan Presiden Prabowo dalam pengelolaan sampah modern. “Tidak boleh ada lagi daerah yang tertinggal dalam urusan sampah. Kami siap menindaklanjuti kerja sama ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, PT Semen Padang juga memperkenalkan Program Kaliandra, inisiatif energi terbarukan berbasis biomassa. Kaliandra ditanam di lahan kritis dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara. PT Semen Padang akan bertindak sebagai off taker dari hasil produksi tersebut.

Kegiatan ditutup dengan dialog terbuka antara jajaran Pemkab Pessel dan manajemen PT Semen Padang. Kedua pihak sepakat melanjutkan pembicaraan teknis menuju penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Sebagai penutup kunjungan, rombongan meninjau rumah contoh SEPABLOCK untuk melihat langsung struktur dan sistem pemasangannya.

“Kami berharap sinergi ini menghasilkan program konkret yang bermanfaat bagi masyarakat. PT Semen Padang selalu terbuka untuk kolaborasi lintas sektor, terutama yang berdampak pada lingkungan dan pemberdayaan,” tutup Oktoweri.(*)

Editor : Hendra Efison
#pt semen padang #Pemkab Pessel #Sampah dan Infrastruktur Pascabencana 2024