PADEK.JAWAPOS.COM – Prinsip keberlanjutan tidak lagi sekadar menjadi bagian dari kebijakan perusahaan, tetapi telah menjadi fondasi dalam operasional PT Semen Padang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pelestarian lingkungan, konservasi sumber daya alam, hingga edukasi kepada masyarakat yang dijalankan secara berkelanjutan.
Komitmen itu kembali ditegaskan setelah PT Semen Padang menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas dukungan dan partisipasinya dalam rangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tingkat provinsi. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim di Sumatera Barat.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam kegiatan lingkungan merupakan wujud kepedulian sekaligus tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan ekosistem.
Sebagai perusahaan yang telah menjadi bagian dari pembangunan Sumatera Barat selama lebih dari satu abad, PT Semen Padang menyadari bahwa keberhasilan industri harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
“Keikutsertaan PT Semen Padang dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan melalui program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan ekosistem,” kata Win Bernadino.
Prinsip Keberlanjutan Menjadi Bagian Operasional Perusahaan
Menurut Win, dukungan terhadap rangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Provinsi Sumatera Barat semakin mempertegas peran PT Semen Padang sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis semata.
Sebagai bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, perusahaan terus mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam aktivitas operasional. Pendekatan tersebut bertujuan menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kebutuhan industri, dan pelestarian lingkungan.
Prinsip keberlanjutan yang diterapkan perusahaan diwujudkan melalui berbagai program lingkungan yang berlangsung secara konsisten. Program tersebut mencakup rehabilitasi lahan pascatambang, penghijauan kawasan, konservasi sumber daya alam, hingga kegiatan edukasi lingkungan yang melibatkan masyarakat sekitar.
Selain itu, perusahaan juga terus mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk mendukung efisiensi energi serta mengurangi dampak lingkungan dari proses produksi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung target pembangunan rendah karbon yang tengah didorong pemerintah.
Perkuat Kolaborasi untuk Lingkungan Berkelanjutan
Win menegaskan bahwa tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjadi motivasi bagi PT Semen Padang untuk terus memperluas kontribusi dalam berbagai program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kontribusi dalam mendukung pembangunan rendah karbon dan menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi industri semen yang tidak hanya unggul dari sisi bisnis, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui berbagai inisiatif keberlanjutan yang dijalankan, PT Semen Padang berupaya memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun mendukung pembangunan nasional, PT Semen Padang terus memperkuat perannya sebagai perusahaan yang mengedepankan keseimbangan antara produktivitas industri, tanggung jawab sosial, dan pelestarian lingkungan. Langkah itu menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat maupun Indonesia.(*)
Editor : Hendra Efison