PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM — Inovasi konstruksi berbasis bata interlock yang dikembangkan PT Semen Padang kembali mendapat pengakuan dari pemerintah.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera III, Arifay Saini, menilai teknologi Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) memiliki potensi besar untuk mendukung percepatan pembangunan perumahan nasional.
Penilaian tersebut disampaikan saat Arifay bersama jajaran BP3KP Sumatera III meninjau rumah contoh berbasis Sepablock di kawasan PT Semen Padang, Rabu (17/6/2026).
Kunjungan itu turut didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus Satuan Kerja Penyediaan Kawasan Permukiman (PKP) Sumatera Barat, Ridho Ruzika.
Rombongan disambut Kepala Unit Produksi BIP dan Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, bersama tim yang memaparkan berbagai keunggulan teknologi konstruksi tersebut.
Melihat Langsung Teknologi Bata Interlock
Dalam kunjungan itu, jajaran BP3KP Sumatera III meninjau secara langsung rumah contoh yang dibangun menggunakan sistem bata interlock.
Mereka mengamati struktur bangunan, pola pemasangan material, hingga proses konstruksi yang dirancang lebih sederhana dibandingkan metode pembangunan konvensional.
Teknologi Sepablock memungkinkan proses pemasangan dinding berlangsung lebih cepat karena menggunakan sistem penguncian antar-bata.
Konsep tersebut dinilai dapat mengurangi kebutuhan pekerjaan tambahan sekaligus meningkatkan efisiensi pembangunan.
Arifay mengaku terkesan setelah melihat langsung implementasi teknologi tersebut di lapangan.
Menurutnya, Sepablock menawarkan pendekatan baru dalam pembangunan rumah yang mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi.
“Kami melihat langsung rumah contoh yang menggunakan Sepablock. Dari sisi konsep dan implementasinya, teknologi ini sangat menarik karena menawarkan kemudahan dan efisiensi dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Berpotensi Diterapkan pada Program Strategis Pemerintah
Arifay menilai inovasi yang dikembangkan PT Semen Padang tersebut relevan untuk mendukung berbagai program pembangunan perumahan yang tengah dijalankan pemerintah.
Menurut dia, penggunaan sistem bata interlock dapat menjadi solusi untuk mempercepat penyediaan hunian layak, terutama pada proyek-proyek yang membutuhkan waktu pengerjaan singkat tanpa mengurangi kualitas bangunan.
Selain itu, teknologi tersebut dinilai cocok digunakan dalam pembangunan hunian tetap (huntap) pascabencana.
Kemampuan konstruksi yang lebih cepat menjadi nilai tambah dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat terdampak bencana.
Kebutuhan hunian yang terus meningkat di berbagai daerah membuat pemerintah membutuhkan berbagai inovasi konstruksi yang mampu menjawab tantangan pembangunan secara efektif dan berkelanjutan.
Peluang Besar untuk Perumahan Komersial
Tidak hanya untuk program pemerintah, Sepablock juga dinilai memiliki peluang besar untuk diterapkan pada sektor perumahan komersial.
Arifay melihat sistem konstruksi tersebut dapat membantu pengembang mempercepat proses pembangunan sekaligus meningkatkan efisiensi biaya.
Dengan waktu pembangunan yang lebih singkat, pengembang berpotensi mempercepat penyediaan unit rumah bagi masyarakat.
Di sisi lain, kualitas bangunan tetap dapat dipertahankan karena sistem interlock dirancang untuk menghasilkan struktur yang kuat dan presisi.
Pandangan tersebut semakin memperkuat posisi Sepablock sebagai salah satu inovasi konstruksi karya anak bangsa yang berpotensi mendukung agenda pembangunan nasional di sektor perumahan.
Sepablock Perkuat Inovasi Konstruksi Nasional
Pengakuan dari BP3KP Sumatera III menjadi sinyal positif bagi pengembangan teknologi konstruksi yang lahir dari industri dalam negeri.
Di tengah tingginya kebutuhan rumah di Indonesia, inovasi seperti Sepablock dinilai dapat menjadi bagian dari solusi untuk mempercepat penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas.
Melalui pengembangan teknologi konstruksi yang lebih efisien, PT Semen Padang tidak hanya menghadirkan produk material bangunan, tetapi juga menawarkan sistem pembangunan yang mampu menjawab tantangan sektor perumahan di masa depan.(*)
Editor : Hendra Efison