Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPZ Baznas Semen Padang Tuntaskan Program Kambing Etawa, Target Mustahik Naik Kelas Jadi Muzaki

Hendra Efison • Selasa, 14 Juli 2026 | 16:00 WIB
Wakil Ketua UPZ Baznas Semen Padang, Verdy Radinal Gusman, menutup Program Ekonomis Komunitas Kambing Etawa di Padayo Goat Farm, Kota Padang, Senin (13/7/2026).
Wakil Ketua UPZ Baznas Semen Padang, Verdy Radinal Gusman, menutup Program Ekonomis Komunitas Kambing Etawa di Padayo Goat Farm, Kota Padang, Senin (13/7/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM—UPZ Baznas Semen Padang resmi menuntaskan Program Ekonomis Komunitas Kambing Etawa yang dijalankan sejak akhir 2023 sebagai upaya pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif. Melalui program tersebut, para penerima manfaat atau mustahik didorong agar mampu mandiri secara ekonomi hingga bertransformasi menjadi muzaki atau pembayar zakat.

Penutupan program berlangsung di Padayo Goat Farm, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Senin (13/7/2026).

Kegiatan itu turut diisi dengan sesi evaluasi dan berbagi pengalaman yang melibatkan akademisi Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, serta Dinas Pertanian Kota Padang.

Wakil Ketua UPZ Baznas Semen Padang, Verdy Radinal Gusman, mengatakan program bertema "Merawat Berkah, Peternak Kolektif Berdedikasi, Hasil Melimpah Tiada Henti" dirancang untuk menciptakan sumber penghasilan baru bagi keluarga penerima zakat melalui usaha peternakan kambing etawa perah.

Menurutnya, pemberdayaan zakat tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi harus mampu meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat secara berkelanjutan.

"Harapan kami, para penerima manfaat yang saat ini masih berstatus mustahik dapat semakin mandiri secara ekonomi. Pada masa mendatang, kami ingin mereka tidak lagi menjadi penerima zakat, tetapi justru mampu menjadi muzaki atau pemberi zakat," ujar Verdy.

Berawal dari 92 Kambing Etawa untuk Lima Keluarga

Program tersebut memasuki tahap penting pada pertengahan 2024 saat UPZ Baznas Semen Padang menyalurkan 92 ekor kambing etawa kepada lima keluarga penerima manfaat di Kampung Padayo. Bantuan itu terdiri atas 46 ekor kambing jantan dan 46 ekor kambing betina.

Selain bantuan ternak, para peserta juga memperoleh pelatihan intensif mengenai budidaya kambing etawa perah.

Materi yang diberikan meliputi pemilihan bibit, pengelolaan pakan, kesehatan ternak, reproduksi, sanitasi kandang, pengolahan susu, hingga manajemen usaha peternakan.

Verdy menjelaskan Kampung Padayo dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena berada di kawasan sekitar PT Semen Padang sekaligus dikenal sebagai salah satu sentra peternakan kambing terbesar di Sumatera Barat melalui Padayo Goat Farm.

Meski program secara administratif telah berakhir, Verdy menegaskan proses pemberdayaan masyarakat tidak boleh berhenti.

Ia berharap pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan tetap memberikan pembinaan agar usaha peternakan yang telah dirintis dapat berkembang.

"Kami berharap Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pertanian Kota Padang, akademisi, serta seluruh pihak terkait terus memberikan dukungan kepada para penerima manfaat," katanya.

Pendampingan Berkelanjutan Jadi Kunci Kemandirian

Verdy menilai dukungan lanjutan diperlukan tidak hanya pada aspek teknis peternakan, tetapi juga pengembangan usaha, pengolahan hasil, hingga pemasaran produk.

Dengan pendampingan yang berkesinambungan, peternakan kambing etawa diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan yang stabil bagi keluarga penerima manfaat.

Salah seorang penerima manfaat, Syafrinaldi, mengaku program tersebut membuka peluang baru bagi keluarganya untuk mengembangkan usaha peternakan.

Selain memperoleh bantuan ternak, ia juga mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan kambing etawa secara lebih profesional.

"Alhamdulillah, kami bersyukur dapat menjadi bagian dari program ini. Kami mendapatkan bantuan sekaligus pengetahuan tentang cara mengelola ternak. Terima kasih kepada UPZ Baznas Semen Padang dan seluruh pihak terkait yang telah mendukung kami selama ini," ujarnya.

UPZ Baznas Semen Padang berharap model zakat produktif melalui pengembangan peternakan ini dapat melahirkan lebih banyak keluarga yang mandiri secara ekonomi.

Keberhasilan program tidak hanya diukur dari bertambahnya populasi ternak, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan mustahik hingga mampu menjadi muzaki di masa mendatang.(*)

Editor : Hendra Efison
#mustahik menjadi muzaki #Zakat Produktif #UPZ BAZNAS Semen Padang #Kambing Etawa #pemberdayaan ekonomi