FKIKSP Alihkan Pembinaan UMKM dari Legalitas ke Pemasaran Digital

Hendra Efison • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:30 WIB
Pelaku UMKM binaan FKIKSP tidak hanya mempelajari pemasaran digital secara teori, tetapi juga mengikuti praktik penjualan langsung melalui TikTok Live.
Pelaku UMKM binaan FKIKSP tidak hanya mempelajari pemasaran digital secara teori, tetapi juga mengikuti praktik penjualan langsung melalui TikTok Live.

PADEK.JAWAPOS.COM – Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) mengarahkan pembinaan UMKM anggotanya dari penguatan legalitas dan kualitas produk menuju pemasaran digital. Tahun ini, program pembinaan difokuskan pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk konten promosi dan TikTok Live sebagai sarana pemasaran serta penjualan.

Penasihat FKIKSP, Nilda Pri Gustari Akbar, mengatakan pembinaan UMKM dilakukan secara bertahap, mulai dari memperkuat fondasi usaha hingga membantu anggota memperluas pasar.

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian dan daya saing pelaku UMKM di tengah perkembangan teknologi serta perubahan perilaku konsumen.

Pembinaan Dimulai dari Legalitas

Sebelum masuk pada pemasaran digital, FKIKSP telah memberikan fasilitasi kepada anggota untuk memenuhi sejumlah aspek dasar usaha.

Pada tahun sebelumnya, anggota mendapatkan pendampingan dalam penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), serta sertifikasi halal.

Pembinaan juga mencakup pelatihan fotografi produk. Kemampuan tersebut diarahkan untuk membantu pelaku UMKM menghasilkan materi visual yang lebih menarik sebagai bagian dari kegiatan promosi.

Tahapan tersebut menjadi dasar sebelum pembinaan diarahkan pada kemampuan menjangkau konsumen melalui kanal digital.

AI dan TikTok Live Jadi Fokus Baru

Pada tahap berikutnya, FKIKSP memperkuat kemampuan pemasaran digital anggota. Fokus tersebut mencakup pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten promosi dan optimalisasi TikTok Live sebagai sarana pemasaran serta penjualan secara langsung.

Nilda mengatakan kemampuan menggunakan media digital, khususnya teknologi berbasis AI, menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM.

Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut pelaku usaha untuk terus belajar dan beradaptasi. Pemasaran digital juga dapat membantu UMKM memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas, memperkuat identitas merek dan membangun kepercayaan konsumen.

Pemasaran Daring Tetap Berjalan Bersama Luring

Meski mendorong digitalisasi, FKIKSP tidak mengarahkan pelaku UMKM meninggalkan pemasaran secara langsung.

Nilda menekankan strategi pemasaran daring dan luring perlu berjalan beriringan agar pelaku usaha dapat mempertahankan konsumen yang telah dimiliki sekaligus menjangkau pasar baru melalui media sosial dan platform perdagangan elektronik.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan agar pelaku UMKM mampu menyesuaikan strategi pemasaran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen.

Targetkan UMKM Semakin Mandiri

Nilda berharap penguatan kemampuan digital dapat membantu UMKM anggota FKIKSP memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai produk dan membangun usaha yang lebih berkelanjutan.

Pembinaan secara bertahap juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian pelaku usaha. Dengan pengelolaan yang baik, UMKM diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi keluarga serta berkembang membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.

FKIKSP menargetkan UMKM anggotanya tidak hanya mampu naik kelas, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang mandiri, inovatif dan berdaya saing untuk memperluas pasar dari tingkat lokal hingga nasional.(*)

Editor : Hendra Efison
AI untuk UMKM UMKM Semen Padang pembinaan UMKM pemasaran digital UMKM FKIKSP