PADEK.JAWAPOS.COM— Program pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang dijalankan Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Koto Lua sejak 2025 mulai menghasilkan peluang kerja bagi peserta.
Dukungan PT Semen Padang melalui program Basinergi Membangun Nagari turut mengantarkan Yoga Pratama menjadi peserta pertama yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan hingga berangkat bekerja ke Jepang.
Program tersebut dilaksanakan FPM Koto Lua bersama Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center.
Pelatihan tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan bahasa Jepang, tetapi juga pengetahuan mengenai budaya dan kehidupan di negara tujuan.
Yoga Pratama menjadi hasil konkret pertama dari program tersebut. Pemuda berusia 18 tahun asal Taratak, Kelurahan Koto Lua, itu dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Rabu (26/8/2026) untuk bekerja di sektor pertanian di Numamoto Shinichi, Kota Tsuchiura, Prefektur Ibaraki.
Selama mengikuti pelatihan, Yoga harus menjalani berbagai tahapan sebelum memperoleh kontrak kerja.
Ia mengikuti pembelajaran bahasa dan budaya Jepang, kemudian menjalani seleksi, tes, serta proses administrasi hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Program tersebut memiliki biaya pelatihan mencapai Rp6,5 juta untuk setiap peserta.
Dukungan terhadap biaya pelatihan menjadi bagian dari kontribusi PT Semen Padang melalui program Basinergi Membangun Nagari.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengapresiasi FPM Koto Lua yang berhasil mendampingi warga dari keluarga kurang mampu hingga memperoleh kesempatan bekerja di Jepang.
Menurut Win, keberhasilan Yoga sejalan dengan tujuan awal pelaksanaan program.
Pelatihan tersebut sejak awal tidak diarahkan sekadar untuk menambah kemampuan peserta, tetapi sebagai upaya membuka jalan menuju perubahan ekonomi.
“Sejak awal direncanakan, program ini memang bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi sosial jangka panjang untuk menekan angka kemiskinan di sekitar wilayah perusahaan. Alhamdulillah, tujuan tersebut mulai terwujud. Kami sangat bersyukur dan terharu melihat pencapaian ini,” kata Win.
Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes mengatakan pelatihan bahasa dan budaya Jepang merupakan bagian dari program Basinergi Membangun Nagari yang dijalankan bersama FPM Koto Lua.
Menurutnya, pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada pemberian bantuan.
Peserta diarahkan memperoleh kemampuan dan akses menuju lapangan kerja agar dapat membangun kemandirian ekonomi.
“Sejak awal, pendekatan tersebut diharapkan dapat melahirkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Alhamdulillah, Yoga menjadi peserta pelatihan pertama yang berhasil menjadi PMI di Jepang,” kata Hernes.
Hernes juga berpesan agar Yoga menjaga amanah, bekerja dengan disiplin, menghormati budaya setempat, serta menjaga nama baik Indonesia selama berada di Jepang.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat memotivasi peserta lainnya untuk mengikuti jejak Yoga.
Program yang telah berjalan sejak 2025 itu juga diharapkan terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak warga.(*)
Editor : Hendra Efison