Panas Buang Indarung V Diubah Jadi Listrik, WHRPG Bisa Capai 8,5 MW

Hendra Efison • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:35 WIB
Anggota DEN Satya Widya Yudha menyimak pemaparan teknologi WHRPG di Pabrik Indarung V PT Semen Padang, Kamis (27/8/2026).
Anggota DEN Satya Widya Yudha menyimak pemaparan teknologi WHRPG di Pabrik Indarung V PT Semen Padang, Kamis (27/8/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM—Panas buang dari proses produksi semen di Pabrik Indarung V PT Semen Padang dimanfaatkan kembali menjadi energi listrik melalui teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG). Teknologi tersebut ditinjau Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia Satya Widya Yudha saat berkunjung ke PT Semen Padang, Kamis (27/8/2026).

WHRPG memungkinkan panas buang dari proses industri dikonversi menjadi tenaga listrik untuk mendukung kebutuhan operasional pabrik. Dalam kondisi saat ini, sistem tersebut mampu menghasilkan listrik sekitar 5 hingga 6 megawatt (MW).

Kemampuan tersebut menjadi bagian dari penerapan teknologi konservasi energi di Pabrik Indarung V.

Listrik yang dihasilkan WHRPG membantu mengurangi konsumsi listrik eksternal yang dibutuhkan dalam proses produksi.

Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, mengatakan WHRPG merupakan salah satu bentuk konkret upaya perusahaan mengoptimalkan penggunaan energi.

"Ini tentunya memberikan manfaat yang cukup besar bagi operasional perusahaan, terutama dalam mendukung efisiensi penggunaan energi. Kami terus berupaya agar pemanfaatan energi di lingkungan PT Semen Padang semakin optimal," ujarnya.

WHRPG memiliki kapasitas hingga 8,5 MW apabila sistem dapat beroperasi secara penuh. Dengan kapasitas tersebut, kontribusinya terhadap kebutuhan listrik Pabrik Indarung V mencapai 24,4 persen.

Sementara total kebutuhan listrik Pabrik Indarung V mencapai sekitar 34,8 MW.

Saat menghasilkan 5 hingga 6 MW, WHRPG berkontribusi pada kisaran 14,4 persen hingga 17,2 persen terhadap kebutuhan listrik pabrik.

Panas yang dimanfaatkan dalam sistem tersebut berasal dari dua sisi utama proses produksi, yakni suspension preheater dan clinker cooler.

Panas yang sebelumnya berpotensi terbuang kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.

Menurut Andria, efisiensi energi tidak hanya berkaitan dengan upaya menekan konsumsi listrik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan menjaga keberlanjutan operasional dan meningkatkan daya saing industri.

Kunjungan DEN tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan efisiensi energi di industri sekaligus pemanfaatan teknologi yang dapat mendukung ketahanan energi nasional.

Anggota DEN Republik Indonesia Satya Widya Yudha menilai pemanfaatan teknologi panas buang menjadi energi listrik merupakan langkah positif dalam mendukung agenda ketahanan energi.

"Terima kasih atas sambutan dari manajemen PT Semen Padang. Ini merupakan hal yang baik dalam mendukung ketahanan energi," ujar Satya.(*)

Editor : Hendra Efison
WHRPG Semen Padang panas buang Indarung V teknologi efisiensi energi listrik Semen Padang WHRPG 8.5 MW