Longsor terjadi persis di pertengahan kawasan Muaro-Silokek. Akibat tebing bukit sebelah kiri dari arah Muaro amblas dan menimbun badan jalan. Kendaraan dari kedua arah terjebak, tak dapat lewat.
Material longsoran menimbun badan jalan cukup banyak hingga proses pembersihan oleh petugas BPBD dan relawan membutuhkan waktu berjam-jam. Pemerintah daerah setempat juga mengerahkan berbagai peralatan ke lokasi. “Hujan turun berkepanjangan, hingga jalur Muaro-Silokek kembali dihantam longsor,” sebut Sukardi, seorang warga di lokasi bencana.
Dijelaskannya, kondisi di titik bencana tidak kondusif. Selain tertimbunnya badan jalan oleh tanah bercampur bebatuan dan potongan kayu, ruas jalan sebelum titik bencana juga berlumpur parah, ketinggiannya mencapai 20 - 40 cm.
Saat ini pemerintah daerah mengimbau warga dari kedua arah untuk menangguhkan dulu rencana perjalanannya. Atau sebagai alternatif dapat menempuh jalan alternatif menuju Durian Gadang, Air Hangat, dan Manganti.
Sebagaimana diketahui, jalur Muaro-Silokek termasuk jalur paling rawan longsor di Kabupaten Sijunjung, tiap kali musim hujan selalu langganan bencana.
Hal ini disebabkan kontur tanah/ tebing bukit di sisi kiri badan jalan dari arah Muaro Sijunjung tergolong labil, dan rapuh.
Sementara di sisi kanan terdapat jurang cukuo dalam, yang di bawahnya mengalir aliran sungai besar Batang Kuantan. Kepala BPBD Kabupaten Sijunjung, Hendri Chaniago mengaku telah menurunkan sejumlah petugas percepatan proses evakuasi material longsor yang menimbun badan jalan. Hingga berita ini dilnsir, proses pembersihan masih berlangsung.
“Jalur Muaro-Silokek tergolong paling rawan bencana hingga selalu menjadi atensi khusus bagi petugas disaat datang musim hujan,” tegasnya. (atn) Editor : Novitri Selvia