Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Asal-usul Nama Sungai Batang Kuantan

Hendra Efison • Minggu, 13 November 2022 | 10:10 WIB
Photo
Photo
Indonesia merupakan negara yang sebagian besar wilayahnya adalah perairan. Di Provinsi Sumatera Barat banyak sekali sungai, dengan berbagai legenda, salah satunya adalah sungai Batang Kuantan.

Batang Kuantan merupakan sungai yang melintasi beberapa nagari di Kabupaten Sijunjung, seperti Nagari Muaro, Silokek, Duriangadang, Batang Palangki, Batang Sukam dan Batang Ombilin. Sungai ini memiliki sumberdaya alam yang beragam.

Menurut kepercayaan dan rumor masyarakat setempat, nama batang kuantan berasal dari kata kuah santan (kuantan) yang dibuang ke sungai oleh masyarakat yang mengadakan pesta (alek gadang) di nagari tersebut. Santan itu dibuang karena sudah tercampur dengan potongan daging ular yang dikira adalah daging rusa/kijang yang ditemukan oleh pemuda di hutan. Ular yang mereka bunuh lalu ditarik (elo) ke arah hulu (mudiak) sungai, yang daerah tersebut bernama mudelo (mudiak elo). Ular tersebut dibawa ke tepi sungai dan disembelih serta dibersihkan dagingnya di batu bomban, nama tersebut berasal dari kata batu baumban (batu yang dilempar).

Saat para pemuda itu menyembelih ular, ada orang yang tidak sengaja memergoki mereka. Orang itu ketika sudah sampai di desa menyampaikan bahwa ia melihat pemuda menyembelih ular. Namun ia datang sedikit terlambat, karena santan tersebut ternyata sudah tercampur dengan daging ular di dalam kuali (wajan). Namun ia berhasil meyakinkan warga desa kalau itu merupakan daging ular, alhasil kuah santan tersebut dibuang ke sungai.

Cerita tersebut tidak diketahui pasti kebenarannya tetapi karena beberapa bukti nama tempat yang mengarah ke dalam kisah tersebut, masyarakat meyakini bahwa hal itu pernah terjadi di masa lalu, dan di sungai ini juga penemu batu bara pertama di Indonesia "William Hendrik de greeve" yang hanyut ditemukan dan dimakamkan di Jorong Koto Hilia Nagari Duriangadang (22 Oktober 1872).

Permasalahan di Batang Kuantan

Sungai Batang Kuantan dulunya merupakan sungai yang sangat bersih, tetapi karena aktivitas tambang ilegal, pembuangan sampah ke sungai, sekarang menjadi kotor dan keruh. Semua itu berdampak pada kepunahan makhluk hidup yang ada di dalam sungai, dan kerusakan kadar air. Dan, saat musim hujan tiba air sungai naik melewati kapasitas normal yang menyebabkan terjadinya banjir.

Kesimpulan

Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan sungai sangat diperlukan. Pemerintah harus tegas melarang warga agar tidak membuang sampah ke sungai, tidak melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak, serta tidak melakukan aktivitas tambang secara illegal. Peran pemerintah lah untuk memberikan sosialisasi, dan mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang masih abai terhadap lingkungan dan menyepelekan peraturan yang ada. (Haniatul Zikria) Editor : Hendra Efison
#Asal-usul Nama Sungai Batang Kuantan #Batang Kuantan #Haniatul Zikria