Program selama Agustus-Oktober itu fokus pada pengembangan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, sebagai salah satu Destinasi Wisata Budaya Minangkabau.
PPNB kali ini melakukan pembinaan Budaya dan Pariwisata dengan harapan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisata dan sumber pendapatan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan destinasi wisata perkampungan adat Nagari Sijunjung, sehingga memungkinkan masyarakat dapat mengolah sumberdaya dan potensi yang dimiliki, yang tidak dapat ditemui di nageri lainnya di Sumatera Barat, sebagai sumber pendapatan yang bernilai ekonomi.
Program pengembangan Nagari Binaan ini juga bekoordinasi dengan berbagai pihak dan dinas terkait Kabupaten Sijunjung, alhasil mendapatkan respons positif dari berbagai pemangku kepentingan yang menilai bahwa upaya ini akan mempu membantu Perkampungan Adat Nagari Sijunjung mengepakan sayap agar dapat lebih berkembang dan dikenal lebih luas sebagai salah satu destinasi wisata berbasis budaya.
PPNB merupakan kegiatan tahun kedua dari tiga tahun kegiatan pengabdian yang dirancang dalam mengembangkan perkampungan adat Nagari Sijunjung.
Pengabdian ini menyasar Ekonomi Kreatif terutama pengembangan kepariwisataan dan budaya. Pada aspek pariwisata kegiatan pengabdian memberikan pelatihan dan pendampingan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) guna meningkatkan kesadaran mereka akan kepariwisataan, kualitas layanan pariwisata yang diberikan, dan promosi berbagai event pariwisata di perkampungan adat.
Sedangkan pada aspek budaya yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan berkaitan dengan nilai-nilai budaya yang memiliki potensi seperti halnya kesenian untuk pengembangan sektor usaha strategis berbasis pariwisata guna meningkatkan ekonomi masyarakat seperti sablon dan souvenir.
"Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan berupa workshop, praktikum serta demonstrasi terbimbing bagi sasaran pelatihan," ujar Susi Evanita, Senin (13/11).
Pelatihan souvenir dilaksanakan sebagai upaya mewadahi kelompok milineal sadar wisata penyediaan oleh-oleh khas perkampungan adat. Sehingga memungkinkan untuk memiliki cendera mata khas daerah yang diproduksi langsung oleh masyarakat setempat.
Workshop ini dibimbing oleh Indrayuda S.Pd., M.Pd, Ph.D dibantu beberapa mahasiswa dari Pendidikan Seni Rupa yang merupakan dosen anggota pengabdian dan Mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP. Pengadaan souvenir ini meliputi kegiatan pelatihan sablon kaos, gantungan kunci dan pernak pernik lainya dengan ornamen desain yang menggambarkan ciri khas perkampungan adat nagari Sijunjung.
Kegiatan ini mendapatkan respons yang baik dari masyarakat khususnya pemuda dan generasi muda yang diikutkan dalam workshop ini. Mereka menilai dengan adanya pelatihan ini maka dapat meningkatkan kemampuanya menyablon dan mengadakan pernak pernik, ditambah dengan adanya pengadaan bantuan sarana dan prasarana dari pihak Tim PPNB.
Mereka berharap dengan adanya sarana dan prasarana penunjang tersebut dapat meningkatkan semangat perserta dalam mengadakan souvenir-souvenir, sehingga tidak ada lagi hambatan yang menjadi penghalang dalam upaya menghasilkan produk-produk tersebut yang hasilnya nanti dapat menambah uang saku jika laku dijual, tutur seorang anggota pelatihan.
Hal yang sama juga nampak pada kegiatan pelatihan sanggar seni yang menyasar grub kesenian yang sudah ada yaitu Padang Ranah Community dan Grup Randai Aua Sarumpun. Kegiatan pelatihan ini lebih kepada menyiapkan para anggota sanggar dapat meningkatkan kemampuan pertunjukan seni khususnya pertunjukan kesenian Minangkabau.
Pelatihan ini meliputi Kesenian dan manajemen pertunjukan Seni seperti Randai dan Tari-tarian. Kegiatan latihan kesenian dilaksnaakan pada malam hari yang diikuti oleh seluruh anggota grup termasuk melibatkan putra putri daerah sebagai upaya regenerasi yang dilatih oleh Mahasiswa Departemen Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (SENDRATASIK) FBS UNP.
Adanya kegiatan ini diharapkan kedepan dapat terselenggaranya kegiatan pertunjukan kesenian tahunan yang diagendakan dalam kalender event tahunan Perkampungan adat nagari Sijunjung.
Dua kegiatan tersebut di atas menjadi fokus dengan maksud agar dapat menjadi pendorong tumbuhnya Unit usaha kreatif di Kawasan Wisata perkampungan Adat Nagari Sijunjung sebagai wujud peningkatan perekonomian masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif yang berorientasi pada upaya menciptakan daya tarik wisata dan membantu perekonomian masyarakat.
Untuk mendukung berbagai kegiatan ini Tim pengabdian ini telah memfasilitasi bagi kelompok sasaran dengan berbagai sarana penunjang kegiatan pelatihan Kesenaian sanggar seni maupun pelatihan sablon serta souvenir seperti yang disebutkan sebelumnya. Kontribusi tersebut berupa pengadaaan Baju tari (Randai) bagi grup kesenian dan beberapa mesin dan sarana penunjang dalam kegiatan menyablon dan pengadaan souvenir.(rel) Editor : Hendra Efison