Tim PPNB yang diketuai Dr Susi Evanita MS dari Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNP, melaksanakan pembinaan yang bertujuan untuk memperkuat aspek Budaya dan Pariwisata di Nagari Sijunjung.
“Harapannya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Program ini berfokus pada pemanfaatan potensi dan sumberdaya unik yang dimiliki daerah ini, yang tidak ditemukan di tempat lain di Sumbar. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan peluang ekonomi yang signifikan,” ungkap Dr Susi, Kamis (24/10).
Sumber daya unik yang dimiliki Nagari Sijunjung mencakup berbagai produk kerajinan tangan yang khas, seperti bross berbentuk rumah adat dan kotak tisu yang dihiasi dengan motif tradisional.
Bross ini tidak hanya berfungsi sebagai aksesori, tetapi juga mencerminkan kekayaan arsitektur dan budaya lokal, menjadikannya barang yang penuh makna.
Sementara itu, kotak tisu yang dirancang dengan sentuhan artistik dari kerajinan tangan masyarakat setempat, menjadi pilihan fungsional yang estetik, sehingga dapat menarik perhatian wisatawan yang ingin membawa pulang kenang-kenangan autentik.
Melalui upaya ini, Nagari Sijunjung diharapkan akan muncul sebagai destinasi wisata budaya yang menarik, memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi komunitas lokal, dan memperkuat identitas budaya daerah.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya akan memperoleh keuntungan ekonomi, tetapi juga dapat menjaga dan melestarikan warisan budaya yang kaya dan berharga. Keberhasilan inisiatif ini akan bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat, serta dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait lainnya.
Sinergi antara semua pihak diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan dan meningkatkan daya tarik Nagari Sijunjung di kancah pariwisata nasional maupun internasional.
Kegiatan PPNB ini merupakan kegiatan tahun ketiga yang dirancang dalam mengembangkan perkampungan adat Nagari Sijunjung. Dalam pelaksanaannya, kata Dr Susi Evanita, dilakukan revitalisasi dalam bidang budaya dan ekonomi.
Kegiatan pelatihan dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan usaha agar mampu bersaing dan tetap bertahan dalam kemajuan dan perkembangan zaman. Setelah itu dilanjutkan dengan pendampingan kepada mitra agar kegiatan yang telah dilaksanakan dapat berlanjut.
Kegiatan ini mendapatkan respons yang baik dari masyarakat khususnya pemuda dan generasi muda yang diikutkan dalam workshop ini. Mereka menilai dengan adanya pelatihan ini maka dapat meningkatkan kemampuan membuat kerajinan, kesenian dan mengadakan pernak-pernik, ditambah dengan adanya pengadaan bantuan sarana dan prasarana dari pihak Tim PPNB.
Mereka berharap dengan adanya sarana dan prasarana penunjang tersebut dapat meningkatkan semangat perserta dalam mengembangkan keterampilan, sehingga tidak ada lagi hambatan yang menjadi penghalang dalam upaya melakukan usaha yang dapat membantu perekonomian.
Hal yang sama juga nampak pada kegiatan pelatihan sanggar seni yang menyasar grub kesenian yang sudah ada yaitu Padang Ranah Community dan Grup Randai Aua Sarumpun.
Kegiatan pelatihan ini lebih kepada menyiapkan para anggota sanggar dapat meningkatkan kemampuan pertunjukan seni khususnya pertunjukan kesenian Minangkabau seperti randai dan tari tradisional. Kegiatan latihan kesenian melibatkan putra putri daerah sebagai upaya regenerasi yang dilatih oleh Mahasiswa Departemen Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (Sendratasik) FBS UNP.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, telah dibuat sebuah website yang dirancang khusus untuk mendukung masyarakat Perkampungan Adat Sijunjung (https://dewikampungadatsijunjung.id), yang dilengkapi dengan informasi pengelola dan kontak yang bisa dihubungi oleh wisatawan atau masyarakat yang ingin berkunjung (https://linktr.ee/homestayperkampunganadatsjj). Website ini berfungsi sebagai platform informasi yang menampilkan berbagai produk kerajinan tangan, layanan wisata, dan potensi budaya yang dimiliki daerah ini, masyarakat dapat dengan mudah mengunggah dan mempromosikan produk mereka, serta menjangkau audiens yang lebih luas.
Selain itu, website ini dilengkapi dengan fitur interaktif, seperti kalender acara, ulasan wisatawan, dan forum diskusi, yang memungkinkan masyarakat untuk berbagi pengalaman dan saling mendukung.
“Diharapkan, melalui website ini, masyarakat tidak hanya dapat meningkatkan visibilitas usaha mereka, tetapi juga menarik lebih banyak pengunjung, sehingga berdampak positif pada perekonomian lokal dan pelestarian budaya,” tutup Dr Susi. (*)
Editor : Hendra Efison