BPBD Sijunjung menyebutkan, dua jorong yang dihondoh banjir pada Sabtu dinihari tersebut yaitu Jorong Lubuak Kapiek dan Jorong Banjar Tengah (Banten). Rumah yang dinyatakan terendam mencapai ratusan unit, dengan perincian di Jorong Banjar tengah sebanyak 75 KK, dan Lubuak Kapiek 50 KK.
Hingga berita ini dilansir malam ini, para warga terdampak banjir telah mendapat penanganan dari BPBD, TNI, Polri serta relawan, dengan titik fokus evakuasi ke titik aman disertai pemberian bantuan logistik. Konban jiwa nihil, sementara kerugian secara materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kasi Kebencanaan BPBD Sijunjung Heries mengungkapkan, banjir mulai menggenangi pemukiman warga terjadi sekitar pukul 23.00 Wib menyusul turunnya hujan lebat tiada henti, hingga aliran sungai Batang Kariang meluap hebat. Atas fenomena ini para warga terdamak saling berupaya mengevakuasi anggota keluarganya ke titik aman diikuti segala harta benda yang bisa diselamatkan.
Seperti di Jorong Banjar Tengah air bah datang mendadak yang kemudian dengan cepat terus meluap menggenangi pemukiman warga. Melihat fenomena ini membuat para warga spontan kelabakan, hingga dalam waktu singkat rumah-rumah warga terendam sudah. Bahkan ketinggian air dalam rumah ada mencapai sepinggang orang dewasa.
Pasca masuknya laporan banjir bandang di Nagari Air Amo, puluhan Tim BPBD Sijunjung langsung turun ke lapangan dan mengambil tindakan. "Begitu masuk laporan, kami langsung turun ke lapangan dan melakukan langkah-langkah," tukasnya.
Langkah yang dilakukan, ulasnya, yakni melakukan monitoring di lokasi banjir, berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan nagari, melakukan pendataan kebutuhan mendesak, serta memberikan makanan siap saji, distribusi sembako, selimut, dan peralatan rumah tangga.
Camat Kamangbaru Asrijal saat dihubungi via telepon selularnya mengaku masih berada di lapangan bersama sejumlah personil BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat relawan. Melakukan evakuasi warga dan identifikasi dampak banjir.
"Kebetulan peringatan dini juga telah dilakukan instansi terkait, dengan memasang baliho peringatan rawan banjir di lokasi itu sejak beberapa waktu lalu," tegasnya.
Nagari Aie Amo tercatat sebagai daerah paling ujung Sijunjung yang berbatasan dengan Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Berjarak sekitar 119 kilometer dari Muaro Sijunjung, atau sekitar 23 kilometer dari Ibu Kecamatan Kamangbaru. (atn)
Editor : Hendra Efison