PADEK.JAWAPOS.COM-PASANGAN Benny Dwifa Yuswir-Iraddatillah kembali terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Sijunjung melalui Pillkada 2024. Dengan demikian estafet kepemimpinan pasangan Benny-Radi di Sijunjung lima tahun ke depan akan memasuki jilid II.
Sekaitan momentum ini segudang harapan masyarakat tertompang di pundak Benny-Radi melalui program-program kerja secara nyata. Baik program fisik maupun non fisik hingga Kabupaten Sujunjung bisa melangkah maju, berkembang.
Apa saja yang akan menjadi program utama dan strategis mereka? Berikut beberapa kutipan wawancara eklusif wartawan Padang Ekspres YULICEF ANTHONY dengan Benny Dwifa Yuswir di Rumah Dinas Bupati, Jumat (31/1).
Baca Juga: 8 Tanda Kamu dan Sahabat Sejatimu Ditakdirkan untuk Menikah, Menurut Psikologi
Anda bertahan dengan pasangan yang sama untuk periode kedua, apa motivasinya?
Berbagai program strategis sudah dilaksanakan selama 3 tahun terakhir, mencakup pembenahan layanan dan kinerja birokrasi hingga program infratruktur untuk kepentingan publik.
Namun karena keterbatasan anggaran APBD (Rp 1,01 trilliun) membuat beberapa program yang menjadi target akhirnya tidak bisa tuntas hingga terbengkalai. Semua itu jelas perlu dilanjutkan.
Sebagai pasangan kepala daerah yang telah berbuat selama 3,5 tahun (2021 - 2024) duet Benny Radi merasa bertanggung jawab untuk melanjutkan tampuk kepemimpinan lima tahun ke depan di Kabupaten Sijunjung.
Terutama menyangkut program pembangunan infratruktur di berbagai tempat, seperti jalan, jembatan, irigasi, serta pembenahan tempat-tempat wisata.
Akan seperti apa Sijunjung lima tahun ke depan di tangan Anda?
Selama kepemimpinan lima tahun ke depan Sijunjung harus menjadi kabupaten yang kompetitif, maju, berkembang, ditunjang dengan tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang andal. Bahkan diproyeksikan Sijunjung masuk dalam daftar proyek strategis nasional dilintasi jalan tol dari Riau-Jambi.
APBD Sijunjung sangat terbatas. Hanya Rp 1,01 trilliun, dan PAD di bawah 80 milliar. Untuk belanja pegawai saja mencapai 45 persen. Dengan demikian apa yang akan jadi program perioritas Anda ke depan?
Semua program sama pentingnya, mulai optimalisasi layanan birokrasi, sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, pertanian, pariwisata, budaya, pengentasan stunting, serta pembangun fisik lain sebagainya.
Namun apa yang betul-betul mendesak dan menjadi tuntutan akan didahulukan. Namun demikian setidaknya nanti akan ada beberapa program unggulan lanjutan program pemerintah daerah sebelumnya.
Apa saja di antaranya program unggulan yang Anda maksud?
Di bidang pendidikan nanti akan ada Program Pembangunan Terdidik lewat pemberian bea siswa bagi keluarga kurang mampu dan berprestasi. Ini untuk 3.000 siswa per tahun dan subsidi BOS untuk SMK/SMK maksimal 100 persen guna mendorong terwujudnya program wajib belajar 13 tahun.
Serta pemberian bantuan kepada siswa miskin untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi sebanyak 100 orang per tahun.
Kemudian, diikuti rehab infratruktur gedung sekolah yang mengalami kerusakan akibat faktor usia, didukung tersedianya fasilitas penunjung demi kenyamanan siswa dalam proses pembelajaran. Pembiayaannya selain dengan dana APBD akan diupayakan bantuan dana pusat.
Bagaimana dengan bidang Kesehatan yang juga merupakan kebutuhan dasar?
Pemkab Sijunjung nanti akan membuat Program Peduli Kesehatan Keluarga. Program ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat berbasis keluarga melalui pendampingan masing-masing tenaga kesehatan minimal lima keluarga.
Setiap keluarga memiliki kartu asuransi jaminan kesehatan BPJS Kesehatan dengan biaya bulanannya dibebankan kepada APBD Sijunjung. Sehingga masyarakat dapat berobat secara gratis ke puskesmas, rumah sakit, bahkan rumah sakit rujukan provinsi.
Saat ini perkembangan teknologi informasi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Bagaimana Anda menyikapi ini?
Nanti akan ada Program Muaro Sijunjung Smart City. Di mana pengembangan infrastruktur ibu kota kabupaten dan kawasan penyangga sebagai pusat perkantoran, pendidikan, perdagangan dan permukiman mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Lalu ada juga program digitalisasi pelayanan publik. Membangun mindset dan culturset tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang efektif, efisien, transoaran, dan akuntbel berbasis teknologi informasi.
Sijunjung juga memiliki potensi wisata. Seperti apa pengembangannya ke depan?
Menyempurnakan tata kelola tempat-tempat wisata dengan mengusung tema Geopark Silokek. Dalam mengoptimalkan geliat kepariwisataan akan dilakukan lobi-lobi pada pengusaha dan investor untuk mau berinvestasi di Sijunjung.
Sejatinya keindahan alam Sujunjung tak kalah menawan di Sumatera Barat, namun selama ini kurang diminati karena pengelolaannya yang belum optimal. Maka Pemkab Sijunjung ke depan membuka peluang bagi investor untuk berinvestasi di Sijunjung.
Ada dua obyek wisata ungulan di Kabupaten Sujunjung yakni Geopark Silokek dan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung. Kedua obyek ini bahkan telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Bagaimana Anda merealisasikan semua dengan kondisi APBD yang minim?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, selain mengandalkan APBD Pemkab Sijunjung akan berupaya terus melakukan pendekatan dan lobi-lobi guna menggaet dana pusat (APBN).
Sebagaimana diketahui Paaangan Benny-Radi secara politik diusung 10 parpol, dengan demikian para tokoh elit 10 parpol pengusung akan ditemui untuk pendekatan. Kabupaten Sijunjung secara politik juga menjadi salah-satu daerah pemenang Pasangan Presiden-Wapres Prabowo-Gibran.
Tak kalah pentingnya, Sijunjung juga memiliki seorang putra daerah yang kini menjadi tokoh nasional yakni Andre Rosiade, dan selama ini cukup banyak berkontribusi untuk pembangunan Sijunjung di berbagai bidang. Sebagai seorang Anggota DPR RI dari Partai Gerindra selalu menbuka pintu untuk Sijunjung. (***)
Editor : Novitri Selvia