PADEK.JAWAPOS.COM— Proses validasi Aspiring UNESCO Global Geopark (aUGGp) Ranah Minang Silokek di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, dimulai Minggu (16/8/2026). Tim Evaluator UNESCO bersama Tim Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) akan melakukan evaluasi selama lima hari hingga 21 Agustus 2026.
Kedatangan Tim Evaluator UNESCO dan KNGI disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, di VIP Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padangpariaman, Minggu (16/8/2026).
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan dukungan terhadap seluruh rangkaian evaluasi. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat langkah Ranah Minang Silokek menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.
Arry mengatakan, evaluasi tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan potensi Ranah Minang Silokek sekaligus melihat sejauh mana pengelolaannya telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Menurutnya, proses validasi tidak hanya berkaitan dengan peluang mendapatkan pengakuan internasional. Evaluasi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pengelolaan geopark agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Evaluasi Berlangsung Lima Hari
Tim Evaluator UNESCO bersama KNGI dijadwalkan melakukan peninjauan dan evaluasi berbagai aspek pengelolaan geopark di Kabupaten Sijunjung selama lima hari.
Evaluasi aUGGp Ranah Minang Silokek tersebut merupakan bagian dari jadwal evaluasi aUGGp dan revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) tahun 2026 yang telah ditetapkan UNESCO bagi sejumlah geopark di Indonesia.
Ranah Minang Silokek saat ini masih berstatus Aspiring UNESCO Global Geopark. Proses validasi menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui untuk menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.
Arry berharap seluruh pihak yang terlibat memberikan dukungan terbaik selama evaluasi berlangsung. Masukan dari tim evaluator nantinya diharapkan menjadi bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pengelolaan geopark.
Dorong Manfaat bagi Masyarakat
Pemprov Sumbar menilai keberadaan geopark tidak semata-mata ditujukan untuk mendapatkan status atau pengakuan internasional.
Pengelolaan kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan, pelestarian lingkungan dan budaya, serta penguatan ekonomi masyarakat setempat.
Arry menyebut Ranah Minang Silokek memiliki potensi geologi, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya yang perlu dijaga sekaligus dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, proses evaluasi diharapkan dapat menjadi ruang untuk menunjukkan berbagai upaya pemerintah bersama pemangku kepentingan dalam menjaga dan mengembangkan kawasan Ranah Minang Silokek.
Pemprov Sumbar berharap proses validasi berjalan lancar dan menghasilkan masukan konstruktif bagi penguatan pengelolaan Ranah Minang Silokek ke depan.(*)
Editor : Hendra Efison