Owner objek wisata Dream Park Bukit Chinangkiek, Epyardi Asda memaparkan ide dan gagasan kenapa ia berani berinvestasi di negeri sendiri (Kabupaten Solok) ketika menerima kunjungan Direktur Padang Ekspres Nazir Fahmi, didampingi Pemred Padang Ekspres Revdi Irwan Syahputra, dan Redaktur Pelaksana Rommi Delfiano, di Dream Park Bukit Chinangkiek, Kamis (27/8).
Mantan anggota DPR RI ini memaparkan, niatnya berinventasi membangun Dream Park Bukit Chinangkiek semata-mata untuk menggali dan memanfaatkan potensi daerah secara positif, serta menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat Kabupaten Solok khususnya.
Seiring penambahan lapangan kerja baru, membuka peluang masyarakat untuk memperoleh pekerjaan layak, nantinya mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Sehingga, tingkat pertumbuhan ekonomi daerah terus bertumbuh.
Epyardi pun menyulap sebuah bukit seluas lebih kurang 30 hektare, dengan latar belakang pemandangan alam Danau Singkarak yang telihat sangat jelas di arah barat, begitu juga hamparan sawah dan permukiman sekitar yang mengelilingi danau, suasana seperti itu ditambah pula dengan tempat berkemah, dan 27 wahana permainan lengkap.
Ia menyebut, pihaknya akan terus menambah fasilitas Bukik Chinangkiek dan dalam waktu dekat ada dua wahana yang akan dibangun yakni, histeria dan rollercoaster. Menurutnya, kedua wahana itu masih dipesan dan kemungkinan Oktober 2020 akan dipasang. Ia mengatakan, dirinya terus melengkapi fasilitas yang ada di sana selama masih ada uang pribadinya.
Wahana Rekreasi Keluarga, Bukik Chinangkiek, juga menyajikan dua restoran bernuansa kapal. Restoran ini akan semakin indah manakala dikunjungi saat matahari sudah tidak lagi bersinar, karena saat malam tiba hiasan lampu akan menerangi sekeliling restoran dengan bintang-bintang di langit yang menambah nuansa malam nan indah.
Untuk mempercantik objek wisata, ia akan membangun taman kebun binatang dan taman buah, serta hotel bintang empat. Dengan pengembangan yang dilakukan nanti, maka finalnya di Bukit Chinangkiek ini bakal hadir Sipan Fantasi, yakni Singkarak Aripan Fantasi.
”Awalnya ini hanya untuk rekreasi keluarga besar saja, kan awalnya ini kebun durian milik saya. Setelah saya kembangkan, ternyata banyak warga yang berkunjung, apalagi saya juga punya keinginan berinvestasi di negeri sendiri, jadi ini kita buka saja untuk umum. Dan sebagai asli Solok, saya harap bisa memajukan perekonomian daerah kelahiran saya ini,” jelasnya.
Diakui mantan Anggota DPR RI tiga periode ini, keinginan untuk menghadirkan Chinangkiek Dream Park sebagai tempat rekreasi wisata keluarga baru, karena dirinya melihat Sumbar sangat kaya dengan potensi alamnya yang indah dan SDM-nya yang mumpuni. Namun, untuk mengelolanya perlu investasi dan sentuhan teknologi.
Sebagai putra asli Singkarak, Epyardi mengungkapkan, dirinya telah melakukan kunjungan ke berbagai negara dan daerah saat melaksanakan tugasnya sebagai anggota DPR dan juga sebagai pengusaha.
Berbekal pengalaman yang diperoleh di negeri orang tersebut, Epyardi menyadari, Sumbar memiliki potensi cadangan devisa dan sektor yang mendatang pendapatan bagi daerahnya, yakni pariwisata.
Menggenjot pertumbuhan ekonomi (Sumbar) itu butuh kreativitas dan inovasi. Persoalan investasi harus menjadi prioritas. Kemudian mampu melihat peluang ekonomi yang berbasis UMKM, tapi memiliki peluang ekspor.
”Sokoguru pembangunan Sumbar itu ada tiga, pariwisata, pertanian dan kelautan, kalau ketiga sektor tadi dikelola secara tepat, maka harapan pertumbuhan ekonomi bukanlah sesuatu yang sulit,” katanya.
Epyardi juga menyebutkan, potensi besar yang ada di Kabupaten Solok ini lebih menonjol dibanding daerah lain di Sumbar. Di mana, tiga danau eksotis yang ada di Kabupaten Solok mempunyai daya tarik lain. Terlebih iklim bersuhu dingin pegunungan hingga daerah bersuhu panas dataran rendah ada di Kabupaten Solok ini. Hanya saja, potensi-potensi wisata ini perlu digarap secara matang.
Selain itu, ia juga mengharapkan peran serta masyarakat dalam menciptakan arti keindahan yang sesungguhnya di kawasan wisata. Untuk itu, pemerintah daerah melalui dinas terkait harus mampu mengajak masyarakat berpikir tentang kemajuan pariwisata. ”Indah saja belum tentu menjanjikan kepuasan, jika tidak dibarengi dengan kenyamanan, keamanan, keramahan dan kebersihan bagi pengunjung,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Padang Ekspres Nazir Fahmi mengapresiasi langkah Epyardi yang memberikan kontribusi nyata dalam memajukan perekonomian daerah lewat Dream Park Chinangkiek tersebut. Menurutnya, dalam mengembangkan daerah perlu sekali tangan-tangan dingin yang berani bervestasi di negeri sendiri, seperti yang dilakukan oleh Epyardi. ”Dengan adanya Chinangkiek ini, otomatis ada serapan tenaga kerja, serta seperti yang kita lihat banyak UKM sekitar yang terbantu dalam berjualan di area wisata ini,” ujarnya.
Dijelaskannya, hal yang dilakukan Epyardi ini menjadi angin segar di tengah sulitnya pemerintah dalam mendongkrak perekonomian daerah, mengingat secara umum terkait investasi di sektor pariwisata, angkanya memang belum begitu menonjol. Padahal, dalam memajukan perekonomian, jelas-jelas sektor pariwisata menjadi alternatif potensial di Sumbar yang menawarkan alam dengan potensi wisata yang tinggi. ”Apalagi, sektor pariwisata tidak cukup efektif, jika hanya digaungkan oleh pemerintah saja, tanpa ada dukungan dari pengusaha visioner, dan langkah pak Epy ini sangat patut diapresiasi,” pungkasnya. (frikel adilla mender) Editor : Novitri Selvia