Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dua Harimau Muncul di Permukiman

Novitri Selvia • Jumat, 4 Desember 2020 | 11:01 WIB
ilustrasi. (JawaPos.com)
ilustrasi. (JawaPos.com)
Lagi, masyarakat Kabupaten Solok persisnya Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar dikejutkan lagi dengan kemunculan harimau, Rabu (2/12).
“Iya, memang benar itu harimau. Pertama kali dilihat warga pada dini hari tadi (Rabu, red),” kata Camat Danau Kembar, Eka Putra, saat dikonfirmasi Padang Ekspres, Rabu (2/12) malam.

Dijelaskannya, dalam satu hari, masyarakat melihat kemunculan harimau Sumatera di dua tempat. Totalnya empat kali kemunculan. Pertama pada Rabu (2/12) dinihari, muncul di kawasan Lurahingo Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek. Di lokasi itu, harimau memangsa anjing milik warga.

Setelah itu, harimau yang ukurannya besar itu tidur di tepi jalan, dekat dengan rumah warga. Bahkan warga setempat sempat mengarahkan cahaya senter dengan maksud untuk mengusir, tapi harimau malah makin mendekat.

Akibatnya, masyarakat yang berada di sekitar kemunculan harimau terpaksa harus menyelamatkan diri. Warga pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Danau Kembar, dan Camat Danau Kembar.

Melihat itu, pihak kecamatan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Kemudian juga berkoordinasi dengan BKSDA. Usai berkoordinas, pihak kecamatan dan polsek turun ke lokasi untuk melakukan pengusiran harimau agar kembali ke habitatnya. “Kita sempat melakukan letusan sebanyak empat kali yang dipimpin Kapolsek Danau Kembar dan berhasil mengusir harimau,” jelasnya.

Tapi, beberapa saat kemudian, masyarakat di kawasan Rawanggadang, Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek, juga dikejutkan dengan kemunculan harimau. Harimau dilaporkan tidur di dekat kawasan parkir kendaraan masyarakat yang berladang.

Mendapat kabar itu, petugas dan masyarakat yang masih berada di lokasi pertama langsung menuju ke lokasi kedua itu. Sekali lagi mencoba mengusir harimau dengan menggunakan mobil. “Suara mobil membuat harimau kabur. Tapi, harimau tersebut malah masuk ke kawasan Lanyah, daerah antara Lurahingu dan Rawanggadang,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi gangguan harimau terhadap warga, Kapolsek dan jajaran kecamatan langsung menuju kawasan Lanyah. Di lokasi itu, dilakukan letusan tiga kali untuk mengusir harimau.

Pada sore harinya, harimau yang sempat muncul di Rawanggadang kembali keluar ke kawasan permukiman warga, lalu kemudian menghilang lagi. Tak berhenti sampai disitu, sekira pukul 19.00, harimau yang muncul di kawasan Lurahingu, kembali memangsa ayam milik warga.

Pihak BKSDA dan polsek serta masyarakat masih melakukan upaya pengusiran terhadap harimau tersebut. Pihaknya meminta masyarakat untuk waspada dan tetap berhati-hati hingga harimau tersebut dipastikan kembali ke habitatnya atau ditangkap oleh pihak berwenang.

Sebagai langkah antisipasi, ia sudah menugaskan pihak nagari, kecamatan, untuk berkoordinasi dengan polsek dan menyusun daftar ronda warga di kedua jorong. Terutama mengingatkan warga lainnya agar berhati-hati. Bagi berkegiatan di ladang, untuk sementara dihentikan dulu sampai pihak terkait memastikan harimau kembali ke habitatnya. “Besar kemungkinan harimau ini berjumlah 2 ekor, yang pertama di Lurahingu muncul dua kali, dan Rawanggadang 2 kali juga,” pungkasnya.

Kemunculan harimau di Simpang Tanjuang nan Ampek disebutkan berasal dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). “Jarak TNKS dari tempat kemunculan harimau hanya berjarak 1 hingga 2 kilometer. Kami menduga besar kemungkinan harimau ini datang dari sana,” ujar kepala BKSDA Resort Solok, Afrilius, Kamis (3/12).

Dijelaskan Afrilius, TNKS ini merupakan kawasan taman nasional yang terbentang di 3 provinsi yakni Sumbar, Jambi dan Bengkulu dan memang dikenal dengan populasi harimau Sumatera. Kuat dugaan bahwa harimau tersebut berjumlah dua ekor. Jika dilihat dari jarak lokasi pertama dan lokasi kedua kemunculan harimau berjarak sekitar kurang lebih 2 kilometer.

Saat harimau berhasil dihalau di lokasi pertama, tak kurang dari setengah jam kemudian, juga ada laporan kemunculan harimau di lokasi kedua. Itu pun harimau tersebut juga sudah memangsa peliharaan warga setempat, padahal jarak kedua lokasi ada sejauh 2 kilometer.

“Kami masih belum bisa mengambil kesimpulan. Tim sedang memastikan apakah memang benar dua atau hanya satu ekor saja,” tambahnya. Untuk saat ini, pihaknya mengimbau warga setempat untuk menghentikan dulu aktivitas di ladang untuk sementara waktu, sampai kondisi benar-benar kondusif kembali. (f) Editor : Novitri Selvia
#harimau #keluar hutan