Kondisi ini mendapat perhatian dari tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) gabungan Unand dan PNP. Terdiri dari Dr Andasuryani STP MSi dari Fakultas Teknologi Pertanian Unand (Ketua ), Dr Ir Adrizal MSi (Faterna Unand/ anggota dan Alhapen Ruslin Chandra SE MT Comm dosen PNP).
Tim menawarkan solusi untuk membantu KSU-ED Tabek melalui hibah PKM dari Direktorat Riset Teknologi Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2022. Kegiatan ini berjudul “Peningkatan Pendapatan Industri Gula Tebu Koperasi Serba Usaha Tabek Kabupaten Solok Melalui Diversifikasi Produk Olahan”.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, tim melakukan tiga bidang kegiatan, meliputi peningkatan kapasitas koperasi dalam bidang manajemen usaha, bidang pemasaran, dan bidang produksi. Kegiatan peningkatan kapasitas koperasi dalam bidang manajemen usaha dan strategi pemasaran dilakukan dalam bentuk pelatihan.
“Pelatihan Kewirausahaan dan Strategi Pemasaran Produk Olahan Nira Tebu” ini diikuti 15 anggota KSU-ED Tabek di KSU-ED Tabek. Kegiatan ini dibuka Ketua Tim PKM Dr Andasuryani STP MSi dan selanjutnya penyampaian materi dan diskusi oleh Dr Ir Adrizal MSi topik kewirausahaan dan Alhapen Ruslin Chandra SE MT MCom dengan topik pemasaran.
Pelatihan kewirausahaan menekan agar koperasi mengembangkan jiwa kewirausahaan pada anggotanya. Di sini muncul beberapa ide inovatif pengembangan produk KSU-ED Tabek. Di antaranya, gula semut, permen, dan produk olahan lainnya.
Sementara itu, dalam pelatihan strategi pemasaran, anggota koperasi mendapatkan pemahaman bagaimana melakukan strategi pemasaran yang relevan dengan produk yang dihasilkan oleh KSU-ED Tabek.
Di samping dapat menghasilkan produk olahan gula saka, KSU-ED Tabek juga harus dapat menyusun strategi pemasaran yang baik, agar produk dapat dipasarkan pada segmen pasar yang tepat. (cr6) Editor : Novitri Selvia