“Ini (monitoring harga) merupakan rangkaian pengawasan harga bahan pokok jelang Idul Adha,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Muhammad Djoni saat memimpin tim TPID Kabupaten Solok, Jumat (2/6).
Dari hasil survei disebutkannya, harga cenderung stabil kecuali daging ayam ras naik Rp 5.000 dari harga Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu. Kemudian, dari hasil tersebut dapat diketahui beberapa harga komoditas pangan di antaranya, beras anak daro Rp 13 ribu per kilogram.
Lalu, bawang merah Rp 30 ribu per kilogram, cabai Rp 30 ribu per kilogram, daging sapi Rp 140 ribu per kilogram, daging ayam Rp 30 ribu per kilogram, telur ayam Rp 25 ribu per kilogram, gula pasir Rp 14 ribu per kilogram, minyak goreng Rp 15 ribu per kilogram.
“Untuk itu, menjelang Idul Adha, ketersediaan pangan Kabupaten Solok mencukupi bagi kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Solok, Ahpi Gusta Tusri mengatakan, untuk menurunkan inflasi pada level yang rendah dan stabil perlu dukungan dari semua pihak yang mempunyai kewenangan untuk mengatasi gangguan (shocks) dari sisi penawaran (supply), termasuk terkait gejolak harga pangan dan harga yang diatur pemerintah.
Kemudian, TPID juga perlu memetakan rantai distribusi bahan pokok, mengidentifikasi jumlah stok bahan pokok dan ketahanannya. Khususnya yang ada di pelaku usaha distribusi bahan pokok, mengawasi kelancaran distribusi beras medium Bulog dalam program ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasar rakyat.
Tak hanya itu, sektor UMKM juga ada andil besar dalam pengendalian laju inflasi, Pemkab Solok saat ini berupaya untuk mendorong agar pelaku UMKM untuk lebih dekat dengan pasar digital.
Secara nasional, pengendalian inflasi menjadi perhatian serius pemerintah dalam pemulihan perekonomian. Sejumlah strategi disiapkan untuk membangun ekonomi negara dan daerah.
Untuk tahun 2023 ini TPID telah bekerja sama dengan Dinas Kominfo dan telah memiliki aplikasi secara online yakni SI GADIS ELOK (Sistem Informasi Harga Komoditi Pangan Strategi Kabupaten Solok) yang berisikan data data harga dan perubahan harga 20 komoditas bahan pokok setiap harinya.
Di antara 20 bahan pokok itu yakni beras premium, beras medium, beras termurah, minyak goreng, bawang merah, cabai merah kriting, cabai rawit, daging ayam broiler, telur ayam ras, tepung terigu, bawang putih impor, gula pasir lokal, daging sapi, udang, mi instan, tempe, tahu mentah, pisang, susu bubuk, susu kemasan, jeruk, ikan kembung, ikan nila, ikan mas, ikan tuna dan ikan gambolo.
Kedua yakni, ketersediaan pasokan, hal ini terutama untuk pangan strategis dengan peningkatan kegiatan-kegiatan produksi bahan pokok melalui kerjasama dengan Dinas Pertanian.
Ketiga, kelancaran distribusi, Pemkab Solok melakukan program memperluas kerja sama antar daerah dimana telah dilakukan dengan Food Station Jakarta, Kota Pekanbaru serta beberapa daerah lainnya.
“Selanjutnya kita juga berencana untuk berkolaborasi dengan daerah-daerah di Pesisir Sumbar dengan komoditas Ikannya yang cukup baik. Selain itu dalam kelancaran distribusi juga dibutuhkan infrastruktur yang memadai, dan salah satunya pembukaan jalan usaha tani dapat dijadikan salah satu output pengendalian inflasi daerah,” terangnya.
Dan, keempat yakni komunikasi efektif, dalam hal ini yang terpenting adalah bagaimana dapat menjaga koordinasi dan kerjasama dengan baik di lingkup OPD hingga dengan pemerintah pusat, sehingga segala permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat dapat diminimalisir. (frk) Editor : Novitri Selvia