Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Personel Kantor SAR Padang Bantu Evakuasi Korban Tertimbun di Tambang Emas Sungai Abu

Jefrimon • Jumat, 27 September 2024 | 16:55 WIB

Personel Kantor SAR Padang membantu mengevakuasi korban tertimbun di tambang emas Sungai Abu.
Personel Kantor SAR Padang membantu mengevakuasi korban tertimbun di tambang emas Sungai Abu.
PADEK.JAWAPOS.COM--Personel Basarnas dari Kantor SAR Padang diturunkan untuk membantu proses evaskuasi korban tertimbun longsor di tambang emas diduga ilegal di kawasan Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik mengatakan, pihaknya mendapati informasi pada Jumat (27/9) sekitar pukul 14.10 WIB bahwa telah terjadi musibah longsor di lokasi tambang yang menyebabkan adanya korban jiwa.

"11 orang personel kami turunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi terhadap korban," ujar Abdul Malik kepada padek.jawapos.com.

Ia menyebutkan, saat ini pihaknya sementara telah mendata ada 11 orang meninggal dunia akibat peristiwa ini.

"Data sementara ada 11 orang, namun ini masih sementara untuk lengkapnya nanti kita infokan lagi karena lokasi minim jaringan soluler," jelasnya.

Ia menambahkan, personel Basarnas turun ke lokasi membawa peralatan lengkap untuk melakukan evakuasi terhadap korban.

"Anggota kita sudah bersama tim yang lain di lokasi, mudah-mudahan semua korban berhasil dievakusi secepatnya," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Irwan Efendi beberkan kronologis musibah di tempat pertambang emas ilegal di kawasan Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

"Peristiwa itu terjadi pada Kamis (26/9/2024) di lubang bekas galian tambang lama yang lokasinya tidak dapat diakses oleh kendaraan dan hanya bisa ditempuh jalan kaki selama 8 jam," ujar Irwan Efendi.

Musibah itu, terjadi diduga akibat curah hujan cukup tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir yang menyebabkan sebanyak 25 orang melakukan aktivitas pendulangan emas secara manual terjebak dan tertimbun.

Evakuasi dan penyelamatan mulai pada Jumat (27/9/2024) pukul 03.00 WIB dengan peralatan seadanya dengan kondisi lapangan di hutan dan tidak sinyal selular di lokasi.

"Dari proses evakuasi dan penyelamatan secara manual telah ditemukan 15 korban meninggal. 4 korban meninggal telah di evakuasi, sementara 11 korban meninggal lainnya masih di lokasi," ungkapnya.

Selain korban meninggal, 3 orang mengalami luka berat. "Korban terdiri dari masyarakat sekitar lokasi dari Nagari-nagari di Kecamatan Hiliran Gumanti dan Kabupaten Solok Selatan serta masyarakat lainnya," katanya. (jef)

Editor : Adetio Purtama
#tambang emas longsor #tambang emas ilegal #kantor SAR padang #bpbd kabupaten solok