Melalui perluasan jaringan, peluncuran layanan inovatif, dan inisiatif pemberdayaan masyarakat, Indosat hadir bukan sekadar sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Hingga 2025, Indosat telah meningkatkan kapasitas jaringan 4G di lebih dari 1.000 titik BTS di Sumatra Barat. Perluasan ini menjangkau wilayah perkotaan dan pedesaan seperti Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Solok, demi memperkuat pengalaman digital masyarakat—baik untuk streaming, gim daring, hingga komunikasi harian.
Fokus di Kabupaten Solok
Kabupaten Solok menjadi fokus utama Indosat dalam mengembangkan ekosistem wisata dan UMKM berbasis digital. Wilayah ini dikenal memiliki potensi wisata alam seperti Danau Singkarak, Bukik Cambai, serta agrowisata di kaki Gunung Talang. Selain itu, kekayaan budaya seperti Batik Salingka Tabek menjadi daya tarik tersendiri.
Untuk mendukung potensi tersebut, Indosat memperkuat jaringan 4G di sejumlah titik strategis seperti Pasar Sumani, Alahan Panjang, Nagari Tabek, serta berbagai sentra UMKM dan destinasi wisata lainnya.
“Sebagai bagian dari komitmen Indosat dalam memberdayakan Indonesia, kami hadir tidak hanya membawa koneksi, tetapi juga membawa harapan agar UMKM lokal dapat tumbuh bersama sektor pariwisata,” ujar Agus Sulistio, EVP – Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison.
Ia menambahkan, “Solok memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, dan kami ingin mendukung potensi itu agar semakin berkembang di era digital.”
Batik Lokal Menembus Pasar Internasional
Yusrizal, pendiri Batik Salingka Tabek di Sawah Parik, Desa Bawah Duku, Kecamatan Koto Baru, mengungkapkan bahwa koneksi internet yang lebih stabil serta pelatihan digital yang ia ikuti, telah berdampak positif pada penjualan daring dan pelayanan pelanggan.
“Batik Salingka Tabek kami pasarkan sebagian besar secara online. Kami juga bekerja sama dengan agen perjalanan lokal untuk menjual batik sebagai oleh-oleh khas Solok. Wisatawan dari Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, hingga Singapura pernah datang langsung ke workshop kami,” kata Yusrizal.
Ia telah mematenkan 16 motif batik tulis khas Solok, seperti Bareh Solok, Rumah Gadang Usang, Burung Makan Padi, Masjid Tuo, hingga budaya Jawi-Jawi. Semua motif dikembangkan secara otodidak melalui pembelajaran daring dan eksplorasi budaya lokal.
Dampak Positif Luas
Tak hanya bagi Yusrizal, penguatan jaringan Indosat di Solok juga memicu peningkatan penjualan melalui media sosial, tumbuhnya kolaborasi antar komunitas kreatif, serta munculnya peluang kerja baru di sektor ekonomi kreatif.
Indosat menegaskan bahwa komitmennya di Sumatra Barat tak berhenti pada infrastruktur digital semata. Lebih dari itu, perusahaan berupaya menghadirkan solusi inklusif dan memberdayakan, dengan menjadikan masyarakat sebagai mitra utama pertumbuhan.
Melalui inisiatif berkelanjutan seperti yang dilakukan di Solok, Indosat berharap dapat membangun ekosistem pariwisata dan UMKM berbasis komunitas.
Fokusnya tidak hanya pada konektivitas, tetapi juga pada penguatan peran masyarakat sebagai pelaku utama ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan di era digital.(*)
Editor : Hendra Efison