Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mentan Alokasikan Bantuan, Solok Dapat 2 Ribu Ha Kopi

Novitri Selvia • Kamis, 18 September 2025 | 12:45 WIB

Photo
Photo

PADEK.JAWAPOS.COM-Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada Selasa (16/9).

Dalam agenda tersebut, Mentan bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan para kepala daerah membahas penguatan sektor pertanian di Sumbar, termasuk penyerahan bantuan bibit melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2025.

Pertemuan berlangsung di Ruang Pertemuan Santika 2, Hotel Santika Padang, dihadiri oleh seluruh kepala daerah di Sumbar, termasuk Bupati Solok Jon Firman Pandu.

Pada kesempatan itu, pemerintah pusat mengalokasikan bantuan bibit untuk 7.100 hektare lahan, terdiri dari 5.000 hektare jagung, 2.000 hektare kopi, dan 100 hektare kelapa.

Kabupaten Solok mendapat alokasi khusus untuk pengembangan lahan kopi seluas 2.000 hektare. Bantuan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas dan memperluas pasar kopi Solok yang telah dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut dan menegaskan pentingnya penguatan program pertanian di Solok.

Ia juga menyampaikan kebutuhan akan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penerapan teknologi drone untuk mendukung produktivitas hortikultura. “Kita banyakin program kita, karena Solok itu daerah pertanian dan hal ini butuh support dari Pemerintah Pusat,” ujar Bupati Solok.

Ia menambahkan, Kabupaten Solok saat ini menjadi penghasil bawang terbesar kedua di Indonesia setelah Brebes. Namun demikian, pengembangan sektor pertanian juga diarahkan pada komoditas lain seperti kopi dan kakao agar lebih beragam dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Solok, H. Candra, yang turut hadir menyambut kedatangan Menteri Pertanian di Bandara Internasional Minangkabau, menyampaikan apresiasinya.

Menurutnya, alokasi lahan kopi seluas 2.000 hektare merupakan energi baru bagi para petani Solok. “Atas nama masyarakat Kabupaten Solok, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Menteri,” ujar H. Candra.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, dalam pertemuan tersebut juga mengusulkan agar Kementerian Pertanian mendukung hilirisasi komoditas gambir.

Menurut data BPS 2025, terdapat tujuh kabupaten/kota di Sumbar yang menjadi sentra penghasil gambir terbesar di Indonesia, dengan total produksi mencapai 26.912,18 ton pada tahun 2024.

Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus memperkuat sektor pertanian daerah, termasuk melalui pengembangan hilirisasi komoditas unggulan seperti gambir.

Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah kepala daerah lainnya seperti Bupati Agam Beni Warlis, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, dan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, serta jajaran Pemprov Sumbar seperti Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sumbar Adib Alfikri dan Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Afniwirman. (rpg)

Editor : Novitri Selvia
#jon firman pandu #candra #andi amran sulaiman #kopi solok #hortikultura