Peristiwa tersebut mengakibatkan dua unit rumah rusak berat dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp800 juta.
Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Solok, Zulhelmi Bosy, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 03.19 WIB.
“Setelah menerima laporan, armada langsung diberangkatkan satu menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 03.25 WIB,” kata Zulhelmi, Minggu pagi.
Api dilaporkan berkobar di rumah milik dua warga setempat, yakni Datuak Rj Bugih (75) dan Datuak Putiqh (60), berdasarkan informasi awal dari masyarakat.
Proses pemadaman melibatkan empat unit armada gabungan dari Pos Arosuka, Koto Baru, Sumani, serta bantuan Damkar Kota Solok, dengan kekuatan 23 personel.
Petugas juga dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan unsur Satgas terkait dalam penanganan di lapangan.
Zulhelmi menyebutkan, akses jalan yang sempit menjadi kendala utama dalam proses pemadaman karena membatasi pergerakan armada menuju titik api.
“Saat petugas tiba, api masih dalam kondisi merah atau berkobar besar. Api berhasil dikuasai sepenuhnya pada pukul 05.40 WIB,” ujarnya.
Selain dua rumah rusak berat, satu unit rumah lainnya tercatat mengalami kerusakan ringan akibat terdampak panas dan asap.
Petugas berhasil melokalisir api sehingga lima unit rumah di sekitar lokasi dapat diselamatkan dari rambatan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali, dan seluruh personel telah kembali ke pos masing-masing.(CC1)
Editor : Hendra Efison