PADEK.JAWAPOS.COM–Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Mandeh Minang Mancanegara (TIGO-M). Organisasi sosial perempuan Minangkabau yang bermukim di berbagai negara ini menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana di Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, TIGO-M juga telah menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang dan longsor di Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Kali ini, bantuan difokuskan ke empat nagari terdampak, yakni Kotoranah, Pancungtaba, Limaugadang (Ngalau Gadang), serta Tanahkareh yang meliputi Kampuang Jerong dan Kampuang Tarandam.
Ketua TIGO-M, Dra. Nurbaini McKosky, mengatakan bantuan tersebut merupakan amanah dari grup Arisan Bundo Kanduang (ABK) USA serta keluarga besar Yoppy bin Asmar Lelo Sutan dan Maifriadin Kustiana binti Marah Thamrin.
“Bantuan yang kami bawa berupa paket sembako seperti beras, minyak goreng, sarden, gula, dan kopi. Selain itu, ada pula amanah berupa dua karung pakaian layak pakai serta herbal habbatussauda dari keluarga besar Yoppy bin Asmar Lelo Sutan dan Maifriadin Kustiana binti Marah Thamrin,” ujar Nurbaini.
Menurutnya, seluruh bantuan disalurkan langsung oleh tim TIGO-M sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kampung halaman yang tengah dilanda musibah. “Ini merupakan perjalanan kedua kami. Sebelumnya, TIGO-M juga telah menyalurkan bantuan ke beberapa nagari di Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan,” katanya.
Selain bantuan logistik, TIGO-M juga menyalurkan sebanyak 66 amplop bantuan tunai yang berasal dari donasi mandeh-mandeh Minang di perantauan. “Kami turut merasakan duka saudara-saudara kami. Semoga musibah ini segera berlalu dan masyarakat bisa kembali bangkit,” ujarnya.
Perjalanan menuju Nagari Paninggahan tidaklah mudah. Rombongan harus melewati kemacetan panjang di kawasan Sitinjau Lauik. Perjalanan yang biasanya ditempuh sekitar dua jam, kali ini memakan waktu hingga enam jam. “Kami berangkat pagi dan baru tiba sekitar pukul 16.00 WIB,” jelasnya.
Meski lelah, rombongan TIGO-M mengaku terharu atas sambutan hangat masyarakat setempat. “Sedih melihat hamparan sawah yang kini berubah menjadi tumpukan kerikil dan batu. Namun sambutan hangat warga membuat semua lelah terbayar,” tutur Nurbaini.
Dalam kegiatan tersebut, TIGO-M turut didampingi Yayasan Taratak Nan Tuo (TNT) melalui Bung Yonnik dan Popon, serta Marnis Susanti selaku Koordinator Posko Dapur Umum Dusun Cacang–Batua, Nagari Paninggahan. (juf)
Editor : Adetio Purtama