Longsor menyebabkan badan jalan menyempit dan meningkatkan risiko kecelakaan, sehingga arus lalu lintas di lokasi diterapkan sistem buka-tutup.
Salah seorang pengguna jalan, Diyas (20), mahasiswa yang rutin melintasi jalur Solok–Padang, mengatakan kondisi jalan rusak telah dirasakan sejak beberapa bulan terakhir.
“Kondisi ini sudah beberapa bulan kami rasakan. Apalagi kalau akhir pekan atau hari libur, macetnya makin parah,” ujar Diyas, Selasa (20/1/2026).
Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan karena kondisi badan jalan terus terkikis dan semakin terjal.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan penanganan longsor di Koto Gaek Guguak akan segera dilakukan.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, saat meninjau lokasi ini Sabtu (17/1) lalu, menyebutkan pembukaan jalur alternatif menjadi salah satu solusi yang tengah disiapkan.
“Ada alternatif solusi untuk membuka kembali akses jalan, yakni dengan memanfaatkan area perbukitan di sekitar lokasi yang bisa dihibahkan,” kata Mahyeldi.
Menurutnya, jalur alternatif tersebut dapat difungsikan sebagai akses sementara maupun permanen agar konektivitas antarwilayah tetap terjaga.
Sementara itu, Wakil Bupati Solok, Candra, menekankan pentingnya percepatan penanganan agar aktivitas masyarakat dan perekonomian tidak terganggu.
“Pemerintah daerah siap mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah provinsi, sehingga penanganan jalan longsor ini bisa segera dilakukan demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah daerah dan provinsi diharapkan segera menyelesaikan perencanaan teknis agar jalan lintas Solok–Padang di Koto Gaek Guguak kembali normal dan layak dilalui.(cr8)
Editor : Hendra Efison