Kegiatan ini dipimpin Wakil Bupati Solok, H Candra dan dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Solok Fraksi Gerindra Iskan Nofis, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Wali Nagari Talang, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta kelompok tani setempat.
H Candra menyampaikan bahwa serangan hama tikus berdampak langsung terhadap potensi panen petani dan perlu ditangani secara terkoordinasi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami prihatin atas kondisi yang dialami petani. Pemerintah hadir untuk mencari solusi jangka panjang agar persoalan ini tidak terus berulang,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan menyiapkan kajian bersama DPRD Kabupaten Solok terkait bantuan benih bagi petani terdampak.
Selain itu, strategi pengendalian hama juga diarahkan melalui penerapan pola tanam serentak, penggunaan varietas padi yang sama, serta pengelolaan sistem irigasi yang lebih teratur.
Menurutnya, langkah tersebut dinilai penting untuk menekan perkembangan populasi hama tikus sekaligus menjaga stabilitas produksi pertanian di Kabupaten Solok.
Anggota DPRD Kabupaten Solok, Iskan Nofis, mengatakan gerakan ini merupakan tindak lanjut dari keluhan petani yang disampaikan melalui pertemuan kelompok tani bersama PPL Kecamatan Gunung Talang dan hasil koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Solok.
“Gerakan ini lahir dari aspirasi petani. Kami ingin memastikan pemerintah hadir dan petani tidak menghadapi persoalan ini sendirian,” ujar Iskan Nofis.
Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Solok menyampaikan bahwa saat ini tengah dilakukan pendataan dan pemetaan luas lahan pertanian yang terdampak serangan hama tikus.
Data tersebut akan menjadi dasar perencanaan bantuan serta langkah pengendalian lanjutan yang lebih tepat sasaran.
Gerakan pengendalian hama tikus ini diharapkan menjadi upaya awal untuk menekan dampak serangan hama sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Solok.(cr8)
Editor : Hendra Efison