Kegiatan ini menjadi safari Ramadan khusus pertama yang dilaksanakan pemerintah daerah pada tahun 2026.
Rombongan bertolak dari Masjid Islamic Center Koto Baru menuju Masjid Baiturrahman Lubuk Tareh sebagai lokasi utama kegiatan. Perjalanan menuju kawasan terluar Kabupaten Solok tersebut harus melewati wilayah Kabupaten Dharmasraya karena keterbatasan akses jalan langsung dan kondisi geografis yang menantang.
Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, di antaranya Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan instansi vertikal dan lembaga pendidikan.
Kehadiran jajaran lengkap ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyerap aspirasi masyarakat hingga ke wilayah perbatasan.
Serap Aspirasi Wilayah Terluar
Wali Nagari Garabakdata, Pardinal, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia mengakui wilayahnya masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam aspek infrastruktur dan aksesibilitas.
“Kami menyerahkan kebijakan pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Solok dan berharap ada sentuhan pembangunan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Lubuk Tareh dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar. Aliran Batang Air Momong menjadi salah satu penopang kehidupan warga, di samping sektor pertanian dan pertambangan emas yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat.
Namun demikian, keterbatasan akses jalan yang harus melewati kabupaten tetangga membuat distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga kurang optimal. Kondisi ini juga berdampak pada terbatasnya kunjungan resmi pemerintah ke wilayah tersebut.
Sorotan Pendidikan dan Telekomunikasi
Dalam dialog bersama tim safari, warga menyampaikan persoalan mendesak terkait status lahan SMP Negeri 5 Tigo Lurah yang hingga kini masih berada di kawasan hutan lindung.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat melakukan langkah kebijakan agar proses sertifikasi dan pembebasan aset sekolah segera terealisasi.
Selain itu, penguatan infrastruktur telekomunikasi menjadi aspirasi utama lainnya. Warga mengusulkan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) guna menghadirkan jaringan internet yang stabil, terutama untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar dan komunikasi di era digital.
Wakil Bupati Solok menyatakan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan prioritas pembangunan daerah.
Safari Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana efektif pemerintah daerah dalam mendengar langsung kebutuhan masyarakat di wilayah terluar Kabupaten Solok. (cr8)
Editor : Adetio Purtama