Kegiatan ini bertujuan melestarikan budaya Minangkabau sekaligus mempererat silaturahmi komunitas pecinta ayam balenggek.
Ajang tersebut diikuti peserta dari berbagai wilayah dan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari penonton yang memadati lokasi acara.
Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa ayam kukuak balenggek merupakan bagian dari identitas budaya yang harus dijaga keberadaannya oleh generasi mendatang.
“Kegiatan semacam ini tidak hanya memelihara adat istiadat, tapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya peternak ayam balenggek,” ujarnya.
Lestarikan Tradisi dan Dorong Ekonomi
Lomba ayam kukuak balenggek ini digelar sebagai upaya menjaga warisan budaya khas Minangkabau, khususnya di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat hubungan antar komunitas pecinta ayam balenggek.
Panitia menghadirkan sejumlah kategori perlombaan, di antaranya kelas Landik, Boko, serta kelas unggulan yang menilai panjang dan keindahan suara kukuak serta penampilan ayam di arena.
Suasana perlombaan berlangsung semarak dengan banyaknya peserta dan penonton yang hadir.
Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender event daerah. Selain menjaga kelestarian tradisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menarik wisatawan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Solok.(*)
Editor : Hendra Efison