Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jejak Harimau Sumatera Muncul di Permukiman Solok, Warga Koto Sani Diminta Waspada

Dila Kartika Sari • Sabtu, 18 April 2026 | 15:55 WIB

 

Jejak Harimau Sumatera ditemukan di kawasan permukiman Bukit Sani, Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, Jumat (17/4/2026), pertama kali terdeteksi di area hunian warga. (Ilustrasi AI)
Jejak Harimau Sumatera ditemukan di kawasan permukiman Bukit Sani, Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, Jumat (17/4/2026), pertama kali terdeteksi di area hunian warga. (Ilustrasi AI)

KOTO SANI — Penemuan jejak kaki Harimau Sumatera di kawasan permukiman Bukit Sani, Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, menjadi kejadian pertama yang terjadi di area hunian warga.

Wali Nagari Koto Sani, Erinal Dianto, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut baru pertama kali ditemukan di lingkungan permukiman dan menimbulkan kewaspadaan di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, sebelumnya jejak predator tersebut hanya sesekali ditemukan di area ladang yang lokasinya jauh dari rumah warga dan masih berdekatan dengan habitat alaminya.

Baca Juga: Dua Bocah Terseret Ombak di Pantai Ujung Karang Padang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

“Ini kejadian perdana di area pemukiman. Jika di ladang yang jauh dari rumah, jejaknya memang sesekali terlihat karena dekat dengan habitat alaminya,” ujar Erinal, Jumat (17/4/2026).

Penemuan jejak ini terjadi secara berulang sejak Rabu (15/4/2026) hingga Jumat (17/4/2026), dengan lokasi temuan berada di sekitar permukiman warga.

Jejak pertama ditemukan pada Rabu, kemudian disusul penemuan serupa pada Kamis (16/4/2026) dan kembali ditemukan pada subuh Jumat, sehingga meningkatkan kewaspadaan masyarakat setempat.

Selain menemukan jejak kaki, warga juga sempat mendengar suara gesekan yang diduga berasal dari tubuh harimau pada dinding rumah pada malam hari, meskipun tidak ada laporan terkait suara raungan.

Baca Juga: Harga BBM Naik 18 April 2026, Pertamax Tetap: Pertashop Sumbar Sebut Lindungi Daya Beli

Menindaklanjuti kondisi tersebut, pemerintah nagari mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan tidak beraktivitas sendirian pada malam hari di sekitar permukiman.

Erinal juga menekankan pentingnya pengamanan ternak warga dengan menempatkannya di lokasi yang lebih terlindungi guna menghindari potensi ancaman dari satwa liar tersebut.

“Kami telah menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak beraktivitas sendiri di malam hari,” katanya.

Hingga saat ini, pihak nagari masih berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap jejak yang ditemukan.

Baca Juga: Membangunkan Kota Tua dari Tidur Panjang

Penelusuran dilakukan untuk memastikan keberadaan satwa, sekaligus memperkirakan ukuran dan pergerakan Harimau Sumatera di kawasan tersebut dengan melibatkan perangkat nagari.

“Kami sudah kirim surat ke BKSDA, dan wali jorong ikut mendampingi penelusuran,” ujar Erinal.

Meski situasi di tengah masyarakat masih dilaporkan kondusif, rasa cemas tetap dirasakan warga akibat kemunculan jejak satwa liar di dekat permukiman.(*)

Editor : Hendra Efison
#harimau sumatera solok #jejak harimau koto sani #warga resah solok #bksda sumbar