PADEK.JAWAPOS.COM— PT PLN (Persero) UP3 Solok bersama Pemerintah Kabupaten Solok menggelar rapat evaluasi Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2025 sekaligus menyusun langkah strategis untuk usulan program tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Kamis (23/4), diikuti oleh 162 peserta yang terdiri dari para wali nagari se-Kabupaten Solok.
Rapat tersebut dihadiri perwakilan PLN UP3 Solok Dito Nusa Putra, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Solok Anthony Saliza, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Jefrizal.
Forum ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan BPBL 2025 sekaligus menyelaraskan langkah dalam menentukan calon penerima manfaat pada tahun 2026 agar lebih tepat sasaran.
Dalam pembahasan, peserta mengulas capaian program, kendala di lapangan, serta memperkuat mekanisme verifikasi dan validasi data calon penerima bantuan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, menyampaikan apresiasi terhadap langkah PLN dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program elektrifikasi.
Baca Juga: Kloter 04 Haji Embarkasi Padang Terbang ke Madinah, Total 1.561 Jemaah Sudah Diberangkatkan
“Kami siap mendukung proses validasi data usulan BPBL 2026, sehingga masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik bisa segera terlayani,” ujarnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Solok, Hariani, menegaskan bahwa program BPBL memiliki dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat.
“Bagi sebagian masyarakat, listrik bukan sekadar kebutuhan, tetapi awal perubahan hidup. Melalui BPBL, kami ingin menghadirkan terang yang membuka harapan baru. Karena itu, kami memastikan data penerima benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Baca Juga: Wali Kota Bengkulu Pilih Haji Reguler, Dedy Wahyudi Berbaur Satu Kloter dengan Jemaah
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan General Manager PT PLN (Persero) UID Sumatera Barat, Ajrun Karim. Ia menekankan pentingnya sinergi antara PLN dan pemerintah daerah dalam memperluas akses listrik yang merata.
“PLN berkomitmen meningkatkan rasio elektrifikasi melalui BPBL. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar program berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui evaluasi dan koordinasi ini, PLN bersama Pemerintah Kabupaten Solok menargetkan pelaksanaan BPBL ke depan semakin optimal, sekaligus mempercepat pemerataan akses listrik guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.(*)
Editor : Hendra Efison